News  

Strategi Besar BUVA Kejar Ekspansi Bali

admin
Strategi Besar BUVA Kejar Ekspansi Bali

faseberita.id – Emiten pengelola hotel mewah, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat struktur permodalan dan memperluas jangkauan bisnisnya. Perusahaan berencana menggelar aksi korporasi berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) II atau rights issue dengan nilai fantastis mencapai Rp1,54 triliun.

Dalam rencana ambisius ini, BUVA akan menawarkan sebanyak 6.154.263.660 saham baru kepada para investor. Dengan harga pelaksanaan yang dipatok sebesar Rp250 per saham, perusahaan menargetkan perolehan dana segar sekitar Rp1,53 triliun. Menariknya, Hapsoro telah menyatakan kesiapannya untuk bertindak sebagai pembeli siaga. Peran ini sangat krusial karena Hapsoro akan menampung sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham lainnya, guna memastikan target pendanaan tercapai.

Strategi Besar BUVA Kejar Ekspansi Bali
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Skema rights issue ini memberikan hak kepada setiap pemegang 4 saham lama untuk mendapatkan 1 HMETD. Jika pemegang saham tidak menggunakan haknya, mereka berisiko mengalami dilusi kepemilikan hingga maksimal 20 persen. Berdasarkan dokumen rencana aksi korporasi, para pembeli siaga telah menyatakan komitmennya dan menjamin memiliki dana yang cukup untuk menjalankan kewajiban tersebut.

Langkah strategis ini bukan tanpa alasan. BUVA telah menyusun peta jalan penggunaan dana hasil rights issue yang sangat spesifik untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Sebagian besar dana akan dialokasikan untuk memperkuat lini bisnis properti dan pariwisata di Bali dan Bintan.

Rincian penggunaan dana tersebut meliputi penyertaan modal di PT Bukit Bali Permai (BBP) sebesar Rp426,34 miliar, yang nantinya akan digunakan untuk mengambil alih saham PT Royal Uluwatu Residence (RUR) serta pengembangan kawasan West Resort di Uluwatu. Selain itu, perusahaan juga mengalokasikan Rp150 miliar untuk renovasi menyeluruh Alila Ubud dan Rp150 miliar untuk pengembangan kawasan wisata terpadu Lagoi di Bintan melalui PT Bukit Lagoi Villa (BLV).

Tak hanya ekspansi, BUVA juga fokus pada kesehatan finansial dengan mengalokasikan Rp417,8 miliar untuk pelunasan dipercepat utang kepada Bank Mandiri. Sisanya, sekitar Rp390,34 miliar, akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur proyek Uluwatu Estate di Bali.

Meskipun sedang melakukan ekspansi besar-besaran, BUVA menghadapi tantangan pada kinerja keuangan jangka pendek. Pada empat bulan pertama tahun 2026, pendapatan perusahaan tercatat turun tipis 1,96 persen menjadi Rp96,32 miliar. Penurunan ini dipicu oleh faktor musiman dan situasi geopolitik global yang memengaruhi tingkat kunjungan tamu.

Meski demikian, manajemen tetap optimis dengan melihat tren kenaikan rata-rata tarif kamar (average daily rate) yang tumbuh 5,86 persen. Dengan strategi penguatan modal melalui rights issue ini, BUVA berharap dapat menstabilkan kondisi keuangan sekaligus memperkokoh posisinya sebagai pemain utama di industri hotel mewah Indonesia.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *