faseberita.id – Emiten sektor energi yang berada di bawah naungan Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat struktur permodalan dan ekspansi bisnisnya. Perusahaan berencana melakukan aksi korporasi berupa penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue dalam skala yang sangat masif.
Dalam rencana terbaru tersebut, ENRG akan menerbitkan sebanyak 13,3 miliar saham baru. Langkah ini akan dilakukan dengan rasio 2:1, di mana harga pelaksanaan saham yang ditetapkan berada di angka Rp310 per lembar saham. Melalui skema ini, perusahaan menargetkan untuk menghimpun dana segar hingga mencapai angka fantastis, yakni Rp4,1 triliun.

Meski membawa suntikan dana yang besar, para pemegang saham lama perlu memperhatikan potensi efek dilusi. Dengan skema yang direncanakan, efek dilusi maksimum diperkirakan akan menyentuh angka 33,33 persen. Dana yang berhasil dikumpulkan nantinya akan dialokasikan secara strategis untuk mendukung operasional inti perusahaan. Fokus utamanya adalah membiayai pengeboran sumur eksplorasi dan pengembangan, pembangunan serta pemeliharaan fasilitas produksi, hingga kebutuhan modal kerja perusahaan.
Dalam dinamika kepemilikan saham, PT Shima Global Kapital selaku pengendali dengan porsi kepemilikan 17,55 persen dilaporkan tidak akan mengambil haknya atas 2,33 miliar rights. Seluruh hak tersebut akan dialihkan kepada PT Bakrie Kalila Investment. Sebagai imbalannya, PT Bakrie Kalila Investment akan melaksanakan total 2,8 miliar rights dengan nilai transaksi mencapai Rp869,3 miliar.
Untuk memastikan keberhasilan aksi korporasi ini, PT Bakrie Kalila Investment dan PT Bakrie Capital Indonesia telah menyatakan kesiapannya untuk bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer). Mereka akan menyerap maksimum 9,92 miliar saham dengan nilai mencapai Rp3 triliun. Adapun jadwal penting yang perlu dicatat oleh investor adalah tanggal cum right yang dijadwalkan pada 2 Oktober 2026, disusul dengan periode perdagangan dan pelaksanaan rights pada 8 hingga 21 Oktober 2026.
Sebelum meluncurkan rencana rights issue ini, ENRG sebenarnya telah melakukan langkah penguatan modal melalui suntikan dana ke tiga anak usahanya. Total dana yang diguyurkan mencapai US$ 64,67 juta atau setara dengan Rp1,16 triliun. Suntikan tersebut diberikan kepada Energi Maju Abadi (EMA), Imbang Tata Alam (ITA), dan EMP Bentu Limited (EMP Bentu).
Rinciannya, EMA menerima pinjaman sebesar US$ 9,59 juta (sekitar Rp162,22 miliar), ITA mendapatkan US$ 49,69 juta (sekitar Rp839,93 miliar), dan EMP Bentu menerima US$ 5,37 juta (sekitar Rp90,89 miliar). Dana tersebut digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari pembayaran utang ke Bank Mandiri hingga kebutuhan modal kerja. Seluruh skema pinjaman ini dilakukan sesuai dengan rencana penggunaan dana hasil obligasi berkelanjutan perusahaan dengan jangka waktu maksimal lima tahun dan bunga 8,60 persen per tahun.







