faseberita.id – Kabar gembira bagi para investor ritel yang tengah mencari instrumen investasi aman dengan imbal hasil yang menjanjikan. Pemerintah secara resmi mulai membuka masa penawaran dua seri surat utang terbaru, yakni Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR015T2 dan SBR015T4, mulai hari ini, Senin (28/9/2026).
Langkah ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang ingin mengamankan asetnya melalui instrumen negara yang bebas risiko gagal bayar. Penawaran ini dapat dilakukan secara daring melalui sistem e-SBN, dimulai sejak pukul 09.00 WIB hari ini hingga batas akhir pada 22 Oktober 2026 mendatang. Bagi Anda yang sudah memiliki rencana investasi, proses registrasi kini sudah dapat dilakukan melalui mitra distribusi yang telah ditunjuk.

Detail Kupon dan Keuntungan Investasi
Salah satu daya tarik utama dari SBR seri terbaru ini adalah besaran kupon atau imbal hasil yang ditawarkan. Untuk seri SBR015T4, investor berpeluang mendapatkan tingkat kupon sebesar 6,85% untuk periode tiga bulan pertama (28 Oktober 2026 hingga 10 Januari 2027). Angka ini diperoleh dari suku bunga acuan sebesar 5,75% ditambah dengan spread tetap sebesar 1,10%.
Sementara itu, untuk seri SBR015T2, tingkat kupon pada periode awal berada di angka 6,75%. Angka tersebut merupakan hasil penjumlahan suku bunga acuan 5,75% dengan spread tetap sebesar 1,00%. Menariknya, kupon ini bersifat floating with floor, yang artinya jika suku bunga acuan naik, maka kupon yang Anda terima juga akan ikut naik, namun tidak akan turun di bawah batas minimal yang telah ditetapkan.
Pemerintah akan membayarkan kupon ini secara rutin setiap tanggal 10 setiap bulannya. Untuk pembayaran perdana, investor dapat menantikan masuknya imbal hasil ke rekening pada 10 Desember 2026.
Ketentuan Pembelian dan Fleksibilitas Dana
Investasi di SBR sangat terjangkau bagi berbagai kalangan. Masyarakat dapat mulai berinvestasi dengan nilai minimum hanya Rp1 juta saja. Namun, bagi investor besar, terdapat batas maksimal pemesanan sebesar Rp5 miliar untuk seri SBR015T2 dan hingga Rp10 miliar untuk seri SBR015T4.
Meskipun SBR merupakan obligasi tanpa warkat yang tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, pemerintah memberikan fasilitas Early Redemption. Fasilitas ini memungkinkan investor mencairkan sebagian dananya sebelum jatuh tempo. Untuk seri SBR015T2, masa pencairan awal dibuka pada 27 Oktober 2027 hingga 4 November 2027. Sedangkan untuk SBR015T4, masa tersebut jatuh pada 30 Oktober 2028 hingga 6 November 2028. Perlu dicatat bahwa nilai maksimal yang dapat dicairkan melalui early redemption adalah 50% dari total transaksi pembelian.
Cara Membeli dan Mitra Distribusi
Proses pembelian dilakukan secara sistematis melalui empat tahap mudah: registrasi, pemesanan, pembayaran, hingga konfirmasi atau setelmen. Seluruh proses ini dapat dilakukan secara online melalui mitra distribusi resmi yang telah bekerja sama dengan pemerintah.
Mitra tersebut mencakup berbagai bank besar seperti Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, hingga bank swasta lainnya seperti CIMB Niaga dan Bank Permata. Selain perbankan, masyarakat juga dapat bertransaksi melalui perusahaan efek ternama seperti Mandiri Sekuritas dan BNI Sekuritas, serta platform fintech populer seperti Bibit, Bareksa, dan Ajaib. Dengan kemudahan akses ini, berinvestasi di surat utang negara kini semudah melakukan transaksi perbankan sehari-hari.







