faseberita.id – Kabar mengejutkan datang dari salah satu raksasa industri alas kaki di Indonesia, PT Sepatu Bata Tbk. (BATA). Pucuk pimpinan perusahaan tersebut, Amitav Nandy, secara resmi telah mengajukan pengunduran dirinya dari jabatan Presiden Direktur. Langkah ini menandai babak baru bagi manajemen perusahaan dalam menentukan arah strategis bisnis mereka ke depan.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen BATA telah menerima surat pengunduran diri tersebut secara resmi pada tanggal 23 September 2026. Keputusan ini mengejutkan para pemegang saham dan pelaku pasar, mengingat peran krusial seorang Presiden Direktur dalam menjaga stabilitas operasional perusahaan di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Menanggapi pengunduran diri tersebut, pihak manajemen menjelaskan bahwa keputusan Amitav Nandy bukanlah sebuah langkah yang diambil secara mendadak tanpa alasan yang jelas. Menurut keterangan resmi yang dikutip pada Senin (28/9/2026), pengunduran diri ini berkaitan erat dengan adanya kebijakan internal di tingkat global, yakni adanya rotasi jabatan di lingkup Bata Group.
Rotasi jabatan ini merupakan bagian dari penataan struktur organisasi di level grup untuk memastikan efektivitas kepemimpinan di berbagai wilayah operasional. Dengan demikian, pergerakan Amitav Nandy ini merupakan bagian dari dinamika manajemen global yang bertujuan untuk penyegaran organisasi di seluruh cabang Bata di dunia.
Meskipun surat pengunduran diri telah diterima, status jabatan Amitav Nandy belum sepenuhnya berakhir secara administratif hingga adanya keputusan formal berikutnya. Manajemen menyatakan bahwa permohonan pengunduran diri ini nantinya akan dibahas dan diputuskan secara resmi dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan. Keputusan RUPS tersebut akan menjadi landasan hukum yang kuat bagi perubahan struktur kepemimpinan di PT Sepatu Bata Tbk.
Jika menilik ke belakang, masa jabatan Amitav Nandy di Indonesia tergolong cukup singkat. Ia sebelumnya diangkat menjadi Presiden Direktur BATA melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada tanggal 25 September 2025. Artinya, ia baru menjabat selama kurang lebih satu tahun sebelum akhirnya harus melepaskan jabatannya akibat rotasi di level grup tersebut.
Kini, publik dan para investor tengah menantikan siapa sosok yang akan menggantikan posisi Amitav Nandy. Perubahan kepemimpinan di perusahaan sebesar BATA selalu menjadi perhatian serius, karena hal ini sering kali berkaitan dengan strategi ekspansi, inovasi produk, serta cara perusahaan menghadapi tantangan ekonomi global. Publik kini menunggu hasil keputusan RUPS yang akan menentukan wajah baru kepemimpinan di PT Sepatu Bata Tbk. dalam waktu dekat.







