faseberita.id – Bank Indonesia melaporkan lonjakan signifikan pada pertumbuhan kredit perbankan di Agustus 2026. Data terbaru menunjukkan permintaan pasar yang kian membaik menjadi pendorong utama di balik angka impresif ini. Pertumbuhan kredit perbankan mencapai 1365 persen secara tahunan melampaui capaian bulan sebelumnya yang berada di angka 1358 persen.
Deputi Gubernur BI Solikin M Juhro dalam konferensi pers hasil rapat dewan gubernur pada Rabu 23 September 2026 menegaskan bahwa permintaan tidak melemah justru semakin menguat. Hal ini tercermin dari kinerja kredit berdasarkan kelompok penggunaan. Kredit investasi memimpin dengan pertumbuhan fantastis 2511 persen secara tahunan diikuti kredit modal kerja yang naik 1145 persen dan kredit konsumsi yang tumbuh 507 persen.

BI juga memastikan ketersediaan likuiditas perbankan tetap optimal untuk mendukung akselerasi penyaluran kredit ini. Kebijakan insentif likuiditas makroprudensial atau KLM yang digulirkan BI telah dimanfaatkan oleh semakin banyak bank. Jumlah bank penerima insentif ini meningkat drastis dari 64 menjadi 68 bank dengan total dana mencapai Rp 4612 triliun. Ini mengindikasikan distribusi pendanaan yang positif dan peningkatan kapasitas bank.
Minat bank untuk menyalurkan kredit atau lending appetite juga terpantau masih sangat longgar. Kondisi ini diperkuat oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga DPK yang mencapai 1094 persen secara tahunan. Dengan tren positif ini Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 akan tetap terjaga kuat di kisaran 8 hingga 12 persen.
Di tengah gairah penyaluran kredit yang tinggi ketahanan sektor perbankan Indonesia tetap kokoh. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio CAR perbankan pada Juli 2026 tercatat sangat tinggi yaitu 2384 persen. Sementara itu rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan NPL secara agregat tetap rendah di level 210 persen bruto dan 081 persen neto pada periode yang sama. Stabilitas likuiditas juga terjaga dengan Rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga AL DPK yang stabil di angka 2304 persen pada Agustus 2026.







