faseberita.id – Jakarta pasar saham Indonesia alami goncangan hebat Selasa 22 September 2026 Indeks Harga Saham Gabungan IHSG terpuruk dalam. Berdasarkan data perdagangan IHSG tercatat di level 627704 anjlok 10768 poin atau 169 persen.
Padahal awal sesi optimisme sempat menyelimuti IHSG dibuka menguat di 639234 bahkan sempat menyentuh puncak harian 642384. Namun harapan itu sirna indeks berbalik arah melemah sepanjang hari menyentuh titik terendah 625844.

Pergerakan intraday menunjukkan awal sesi indeks sempat stabil di kisaran 6390 hingga 6420. Setelah itu penurunan bertahap terjadi menembus batas 6300. Sempat ada upaya pemulihan ke 6330 namun koreksi kembali mendominasi hingga area 6270 sebelum ditutup di angka 627704.
Lebih dari separuh saham di bursa rontok 556 saham turun drastis hanya 148 saham yang mampu bertahan menguat sementara 259 saham lainnya stagnan.
Aktivitas transaksi juga mencerminkan tekanan pasar total volume transaksi mencapai 3218 miliar dengan nilai fantastis Rp1439 triliun frekuensi perdagangan mencapai 216 juta kali.
Transaksi reguler menyumbang 30630 juta lot senilai Rp1311 triliun. Sementara itu pasar negosiasi mencatat 1918 juta lot dengan nilai Rp86369 miliar. Transaksi pasar tunai tercatat 294 lot senilai Rp3348 juta dengan 21 kali frekuensi.
Beberapa sektor utama menjadi biang keladi penurunan ini sektor energi anjlok paling dalam 39 persen disusul real estate 2 persen dan utilitas 15 persen.
Saham-saham raksasa seperti PT Bayan Resources Tbk BYAN PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk BBRI PT Dian Swastatika Sentosa Tbk DSSA PT DCI Indonesia Tbk DCII dan PT Bumi Resources Minerals Tbk BRMS menjadi pemberat utama indeks.
Di tengah badai ada beberapa saham yang mencoba menahan laju penurunan yaitu PT Amman Mineral Internasional Tbk AMMN PT Indosat Tbk ISAT PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk CUAN PT Olympus Strategic Indonesia Tbk NATO dan PT Calculus Global Ventures Tbk STAR.
Pasar keuangan Indonesia juga tengah mencermati berbagai isu global dan domestik perang di Timur Tengah serta lonjakan Wall Street dan Bitcoin diharapkan bisa menjadi sentimen positif.
Bank Indonesia BI akan menggelar Rapat Dewan Gubernur RDG selama dua hari mulai Selasa 22 September 2026 keputusan suku bunga acuan akan diumumkan Rabu 23 September 2026. Ini adalah RDG pertama bagi Destry Damayanti sebagai Gubernur BI definitif sejak 2 September.
Pelaku pasar memprediksi BI akan mempertahankan BI Rate di 575 persen suku bunga deposit facility 475 persen dan lending facility 65 persen seperti pada RDG Agustus lalu. Selain itu aturan baru Bursa Efek Indonesia BEI tentang batas harga minimum saham dan pelantikan 14 pejabat Kementerian Keuangan juga menjadi perhatian.







