News  

Investor Serbu SR025 Cetak Rekor Penjualan Sejarah

admin
Investor Serbu SR025 Cetak Rekor Penjualan Sejarah

faseberita.id – Pemerintah Republik Indonesia baru saja mengumumkan capaian penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel seri SR025 yang fantastis. Instrumen investasi syariah ini berhasil memecahkan rekor, mencatatkan total penjualan mencapai Rp 29,77 triliun. Angka ini menjadi bukti nyata antusiasme masyarakat terhadap investasi yang aman dan menguntungkan.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto, memaparkan bahwa setelmen untuk seri SR025 ini akan dilaksanakan pada 23 September 2026. Dari total penjualan yang luar biasa tersebut, seri SR025T3 dengan tenor tiga tahun menyumbang Rp 24,93 triliun, sementara seri SR025T5 dengan tenor lima tahun mengumpulkan Rp 4,83 triliun.

Investor Serbu SR025 Cetak Rekor Penjualan Sejarah
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Ini adalah jumlah investor tertinggi sepanjang sejarah penerbitan SBSN Ritel, sekaligus volume penjualan tertinggi dalam satu dekade terakhir," ungkap Suminto kepada faseberita.id pada Senin 21 September 2026. Data menunjukkan, selama periode penawaran dari 21 Agustus hingga 16 September 2026, SR025 sukses menarik 93.548 investor.

Menariknya, dari puluhan ribu investor tersebut, sebanyak 21.582 orang atau sekitar 23,07 persen merupakan wajah-wajah baru di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Partisipasi investor tersebar merata di seluruh 38 provinsi di Indonesia. Demografi investor juga menunjukkan tren menarik: mayoritas didominasi oleh Generasi Y atau Milenial, yang mencapai 49,11 persen dari total investor. Kaum perempuan juga menunjukkan dominasi kuat, dengan porsi 56,66 persen. Sementara itu, profesi pegawai swasta menjadi kelompok paling banyak berinvestasi, menyumbang 33,66 persen dari seluruh pemesan SR025.

Pemerintah menawarkan imbal hasil yang kompetitif untuk kedua seri Sukuk Ritel ini. Untuk SR025T3, imbalan tetap (fixed rate) ditetapkan sebesar 6,80 persen per tahun. Sedangkan untuk seri dengan tenor lebih panjang, SR025T5, imbalan yang ditawarkan sedikit lebih tinggi, yakni 6,90 persen per tahun. Kedua seri ini menjanjikan pembayaran kupon secara bulanan, tepatnya setiap tanggal 10. Jika tanggal tersebut jatuh pada hari libur, pembayaran akan dilakukan pada hari kerja berikutnya tanpa kompensasi tambahan.

Pembayaran imbalan perdana dijadwalkan pada 10 Oktober 2026, dengan perhitungan short coupon mengingat masa penerbitan yang belum genap sebulan. SR025T3 akan jatuh tempo pada 10 September 2029, sementara SR025T5 akan berakhir pada 10 September 2031.

Untuk menarik partisipasi luas, pemerintah menetapkan batas minimal pemesanan yang terjangkau, yaitu Rp 1 juta dan kelipatannya untuk kedua seri. Namun, ada perbedaan pada batas maksimal pemesanan: SR025T3 dibatasi hingga Rp 5 miliar per investor, sedangkan SR025T5 memungkinkan investasi hingga Rp 10 miliar per investor. Skema ini dirancang untuk menjangkau investor individu dari skala kecil hingga menengah, selaras dengan upaya pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan domestik dan memperluas basis investor ritel di Tanah Air.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *