News  

Investor RI Serbu Ini Bukan Saham Bikin Cuan Gila

admin
Investor RI Serbu Ini Bukan Saham Bikin Cuan Gila

faseberita.id – Performa pasar saham yang masih lesu dan kurang bergairah tampaknya membuat para investor individu di Indonesia memutar otak. Alih-alih bertahan di bursa, mereka kini ramai-ramai menyerbu instrumen investasi yang dianggap lebih aman dan stabil yaitu Surat Berharga Negara SBN termasuk Sukuk Berharga Syariah Negara SBSN. Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat melainkan sebuah pergeseran strategi investasi yang signifikan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Penerbitan SBSN seri SR025 baru-baru ini mencetak sejarah baru. Jumlah pemodal yang membeli instrumen ini melonjak drastis mencapai 93.548 individu sebuah rekor tertinggi sepanjang masa. Tak hanya itu nilai penjualan SR025 juga menembus angka fantastis Rp 2977 triliun menjadi yang tertinggi dalam satu dekade terakhir penerbitan.

Investor RI Serbu Ini Bukan Saham Bikin Cuan Gila
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto menjelaskan bahwa daya tarik SBN ritel ini tak lepas dari performa aset investasi lain seperti saham yang sedang kurang memuaskan. "Situasi kinerja instrumen keuangan yang lain seperti saham yang sedang kurang kinclong turut meningkatkan daya tarik fixed-income instruments seperti SBN ritel" ujar Suminto kepada faseberita.id beberapa waktu lalu.

Suminto menambahkan faktor lain yang turut mendorong lonjakan permintaan ini adalah melimpahnya likuiditas di tengah masyarakat. SBN ritel dipandang sebagai pilihan investasi unggul bebas risiko jaminan aman dengan imbal hasil yang menggiurkan. Fitur syariah pada Sukuk Ritel juga memiliki pangsa pasar tersendiri yang loyal.

Selain itu Suminto mengklaim bahwa pemahaman investasi masyarakat kian cerdas. Peningkatan literasi keuangan mendorong mereka untuk memilih instrumen dengan risiko minimal. Tak ketinggalan dana segar dari SBN ritel yang jatuh tempo juga banyak yang diinvestasikan kembali ke seri terbaru ini. "Keberhasilan penerbitan lebih didukung oleh sisi permintaan bukan sekadar penawaran. Kami bahkan menambah kuota penerbitan SR025 karena masih ada permintaan kuat yang perlu diakomodasi" tegas Suminto.

SR025 sendiri merupakan sukuk ritel yang ditawarkan pemerintah kepada investor individu di dalam negeri mulai 21 Agustus hingga 16 September 2026. Dari puluhan ribu investor yang memborong SR025 sebanyak 21.582 orang atau sekitar 2307 persen adalah investor baru SBN. Ini menunjukkan adanya perluasan basis investor yang signifikan.

Total penjualan SR025 sebesar Rp 2977 triliun terbagi menjadi dua seri. Seri SR025T3 dengan tenor 3 tahun menyumbang Rp 2493 triliun sementara seri SR025T5 dengan tenor 5 tahun meraih Rp 483 triliun.

Pemerintah menawarkan kupon stabil yang menarik. Untuk SR025T3 imbalan tetap yang diberikan sebesar 680 persen per tahun. Sedangkan untuk SR025T5 yang memiliki tenor lebih panjang imbalan yang ditawarkan sedikit lebih tinggi yakni 690 persen per tahun.

Kedua seri ini menggunakan skema kupon tetap yang dibayarkan secara periodik setiap bulan tepatnya pada tanggal 10. Jika tanggal 10 jatuh pada hari libur pembayaran akan dilakukan pada hari kerja berikutnya tanpa kompensasi tambahan. Pembayaran imbalan pertama dijadwalkan pada 10 Oktober 2026 yang dihitung secara kupon pendek mengingat masa penerbitan yang belum genap sebulan penuh. SR025T3 akan jatuh tempo pada 10 September 2029 dan SR025T5 pada 10 September 2031.

Untuk investasi pemerintah menetapkan batas bawah pemesanan sebesar Rp 1 juta dan kelipatannya. Sementara itu plafon tertinggi pemesanan berbeda antara kedua seri SR025T3 dibatasi maksimal Rp 5 miliar per investor sedangkan SR025T5 mencapai Rp 10 miliar per investor. Skema ini dirancang untuk menargetkan pemodal perorangan skala kecil hingga menengah sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat pasar modal domestik sekaligus memperbanyak jumlah investor individu di tanah air.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *