News  

IHSG Meroket Saham Sultan Bikin Heboh

admin
IHSG Meroket Saham Sultan Bikin Heboh

faseberita.id – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG tampil perkasa di pembukaan perdagangan Jumat 18 September 2026. Pasar modal Indonesia langsung tancap gas didorong performa cemerlang saham-saham sektor batu bara dan emiten yang berafiliasi dengan konglomerat Haji Isam.

Data terkini menunjukkan IHSG melonjak 4907 poin atau setara 076 persen. Indeks acuan ini bertengger di level 651150 setelah sempat menyentuh puncak 652102 dan terendah 650672 di awal sesi. Sentimen positif ini menyulut optimisme investor.

IHSG Meroket Saham Sultan Bikin Heboh
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pergerakan pasar didominasi oleh 280 saham yang menguat sementara 129 saham melemah dan 554 lainnya stagnan. Nilai transaksi mencapai angka fantastis Rp3635 miliar dengan volume perdagangan mencapai 5559 juta saham. Angka ini mencerminkan aktivitas pasar yang cukup agresif.

Salah satu bintang utama yang memicu lonjakan IHSG adalah PT Bayan Resources Tbk BYAN. Saham BYAN melesat tajam 1996 persen hingga menyentuh Rp13825 per lembar. Kenaikan spektakuler ini dipicu oleh pengumuman rencana pengalihan sekitar 10 miliar saham milik pendiri Low Tuck Kwong dan putrinya Elaine Low kepada PT Jhonlin Baratama. Perusahaan ini merupakan bagian dari Jhonlin Group yang dimiliki oleh Haji Isam.

Tak hanya BYAN gelombang penguatan juga menyapu saham-saham lain yang terkait dengan gurita bisnis Haji Isam. PT Jhonlin Agro Raya Tbk JARR naik 549 persen ke Rp4420 PT Dana Brata Luhur Tbk TEBE melonjak 1603 persen dan PT Pradiksi Gunatama Tbk PGUN menguat 896 persen. Aksi korporasi besar ini jelas menjadi magnet bagi para pelaku pasar.

Di tengah euforia domestik tekanan di pasar keuangan global mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Wall Street berhasil bangkit pada perdagangan Kamis. Indeks Dow Jones naik 061 persen S&P 500 menguat 114 persen dan Nasdaq Composite meroket 169 persen. Rebound ini didukung oleh penurunan imbal hasil US Treasury dan harga minyak.

Harga minyak mentah Brent terkoreksi sekitar 1 persen menjadi US$10482 per barel sementara minyak WTI turun ke US$10191 per barel. Meski demikian harga minyak masih bertahan di atas US$100 per barel mengingat tingginya risiko gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah. Eskalasi konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran terus menjadi perhatian utama.

Dari sisi ekonomi Amerika Serikat klaim tunjangan pengangguran yang turun menjadi 196000 lebih rendah dari ekspektasi 208000 menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih tangguh. Kondisi ini menjadi perhatian investor karena dapat mempengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter The Fed.

Di Eropa Bank of England BoE mempertahankan suku bunga di 375 persen meskipun inflasi Inggris naik menjadi 31 persen pada Agustus. BoE juga menyoroti risiko kenaikan harga energi akibat gejolak di Timur Tengah. Sementara itu pasar Asia menanti rilis data inflasi Agustus Jepang dan keputusan suku bunga Bank of Japan BoJ yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 125 persen. Keputusan ini berpotensi menggerakkan yen obligasi Jepang dan arus dana investor global.

Secara keseluruhan pasar saham Indonesia menunjukkan ketahanan dan potensi pertumbuhan yang menarik didorong oleh aksi korporasi besar dan sentimen positif dari pasar global.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *