News  

Krisis 97 Mengintai Lagi 3 Tanda Mengejutkan

admin
Krisis 97 Mengintai Lagi 3 Tanda Mengejutkan

faseberita.id – Sebuah bank investasi global terkemuka HSBC mengeluarkan peringatan serius kondisi pasar saat ini menunjukkan kemiripan mencengangkan dengan periode menjelang krisis finansial Asia 1997 Meskipun demikian para ekonom bank tersebut menekankan fondasi ekonomi Asia kini jauh lebih kokoh dibanding dua dekade silam

Frederick Neumann Kepala Ekonom HSBC menyoroti tiga indikator utama yang patut diwaspadai

Krisis 97 Mengintai Lagi 3 Tanda Mengejutkan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pertama lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat menjadi sorotan tajam Sebelum krisis 1997 imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun melonjak drastis dari 5 persen menjadi 8 persen dalam rentang waktu singkat Kini sejak Agustus 2020 angka tersebut kembali meroket dari 05 persen mencapai hampir 48 persen Kenaikan signifikan ini memicu kekhawatiran serupa Pemerintah AS bahkan berencana menggandakan operasi pembelian kembali obligasi jangka panjang hingga puluhan triliun rupiah

Kedua pergerakan yen Jepang juga menunjukkan pola yang mengkhawatirkan Pada April 1995 yen melemah tajam dari 80 menjadi 130 per dolar AS hanya dalam dua tahun Depresiasi serupa terjadi baru-baru ini yen anjlok 57 persen dari 103 menjadi 163 per dolar AS sejak awal 2021 meski sempat menguat setelah intervensi gabungan Washington dan Tokyo Pasar kini kembali berspekulasi tentang kemungkinan intervensi lanjutan

Ketiga euforia teknologi kembali mendominasi pasar Jika era 90-an diwarnai demam internet kini Neumann melihat lonjakan industri kecerdasan buatan AI memiliki gema yang sama Optimisme berlebihan terhadap sektor teknologi bisa menjadi pedang bermata dua

Namun Neumann menegaskan ada perbedaan fundamental yang krusial Dulu negara-negara Asia sebagian besar adalah pengimpor modal sehingga rentan terhadap kenaikan biaya pendanaan dolar AS dan gejolak yen Kini Asia telah bertransformasi menjadi eksportir modal Kondisi ini membuat tekanan dari biaya pendanaan AS yang tinggi dan pelemahan yen tidak lagi menjadi ancaman utama seperti dulu

Meski begitu Asia tetap memiliki kerentanan baru terutama ketergantungan pada permintaan perangkat keras AI dari Amerika Serikat Neumann memperingatkan jika lonjakan AI melambat ekspor elektronik dari Korea Selatan Jepang Taiwan dan Singapura bisa terpukul keras memperlambat pertumbuhan ekonomi kawasan

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *