News  

Harga BBM Eropa Meroket Inflasi Menggila

admin
Harga BBM Eropa Meroket Inflasi Menggila

faseberita.id – Harga bahan bakar di negara-negara Uni Eropa kini berada di puncak tertinggi sepanjang sejarah, memecahkan rekor yang belum pernah tercatat sebelumnya. Lonjakan dramatis ini dipicu oleh gejolak konflik berkepanjangan di Timur Tengah, yang tak pelak lagi memicu kekhawatiran serius akan gelombang inflasi yang semakin tak terkendali di seluruh kawasan.

Data terbaru dari Komisi Eropa menunjukkan bahwa pada 14 September, harga rata-rata bensin di Uni Eropa mencapai €2,063 per liter. Sementara itu, harga solar bahkan lebih tinggi, menyentuh angka €2,159 per liter. Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan penanda bahwa biaya pengisian penuh tangki mobil berkapasitas 50 liter kini bisa menghabiskan sekitar €103 untuk bensin dan €108 untuk solar, sebuah beban yang belum pernah dirasakan warga Eropa setidaknya dalam dua dekade terakhir.

Harga BBM Eropa Meroket Inflasi Menggila
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Rekor harga bensin sebelumnya tercatat pada tahun 2022, sedangkan harga solar sempat mendekati level saat ini pada April lalu. Namun, kondisi terkini melampaui semua catatan. Fluktuasi harga di antara negara-negara anggota Uni Eropa juga sangat mencolok. Malta menawarkan harga bensin termurah, hanya €1,34 per liter, dan solar €1,21 per liter. Sebaliknya, Denmark menjadi negara termahal untuk bensin dengan €2,56 per liter, sementara Finlandia memegang rekor solar termahal di €2,51 per liter. Informasi ini dihimpun dari Buletin Minyak Mingguan Komisi Eropa yang dirilis 17 September, mencakup pajak yang berlaku.

Pemicu utama di balik meroketnya harga ini adalah eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya perang dengan Iran yang meletus pada akhir Februari. Konflik tersebut secara signifikan mengganggu jalur vital Selat Hormuz, yang merupakan koridor utama bagi aliran energi global. Akibatnya, harga minyak mentah Brent, patokan internasional, sempat melambung di atas $126 per barel pada puncak ketegangan, jauh di atas harga $72 per barel sebelum perang pecah. Kini, Brent diperdagangkan di kisaran $104 per barel untuk pengiriman bulan berikutnya.

Namun, para ahli menyebut bahwa kenaikan harga bahan bakar eceran bukan semata-mata karena lonjakan harga minyak mentah. Biaya pengolahan dan margin keuntungan kilang minyak juga turut berperan besar dalam menekan harga di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Margin kilang mencerminkan selisih antara biaya minyak mentah dan harga jual produk olahan seperti bensin dan solar.

Bank Sentral Eropa (ECB) melalui para pakarnya mengungkapkan bahwa meskipun margin bensin tampaknya telah mencapai puncaknya, margin solar justru diperkirakan baru akan mencapai titik tertinggi pada Oktober mendatang. Mereka memperkirakan bahwa pada minggu ketiga September, margin kilang telah menyumbang sekitar €0,41 (19% dari harga jual) untuk solar dan €0,17 (8%) untuk bensin di zona euro. Kondisi ini memperparah laju inflasi energi zona euro, yang melonjak menjadi 14,3% pada Agustus, naik signifikan dari 10,3% di Juli.

Dalam pernyataan kebijakan moneter pada 10 September, ECB telah mewanti-wanti potensi kenaikan harga energi yang lebih lanjut dan lebih lama jika terjadi kembali gangguan pasokan. Untuk menstabilkan harga, para ahli ECB menegaskan bahwa berakhirnya konflik di Timur Tengah serta pemulihan kelancaran aliran energi dan operasi kilang minyak menjadi kunci utama yang tak bisa ditawar.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *