News  

Deal Jumbo ULTJ Kuasai Frisian Flag

admin
Deal Jumbo ULTJ Kuasai Frisian Flag

faseberita.id – PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk ULTJ membuat gebrakan pasar yang mengejutkan Raksasa susu ini dikabarkan siap mencaplok 100 persen saham PT Frisian Flag Indonesia FFI sebuah langkah strategis bernilai fantastis Rp1457 triliun Akuisisi jumbo ini diprediksi bakal mengubah peta persaingan industri susu nasional

Transaksi kolosal ini tidak dilakukan secara tunai melainkan melalui mekanisme unik setoran modal non-tunai atau inbreng ULTJ akan menerbitkan saham baru sebagai alat pembayaran kepada para pemilik FFI Pengumuman resmi perusahaan pada Jumat 18 September 2026 mengungkap detail rencana ambisius ini yang merupakan bagian dari aksi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu HMETD keempat atau rights issue

Deal Jumbo ULTJ Kuasai Frisian Flag
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dalam rights issue tersebut ULTJ berencana melepas hingga 788 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham Harga pelaksanaan HMETD ditetapkan Rp2150 per saham Dari total tersebut sekitar 678 miliar saham baru akan dialokasikan khusus untuk proses inbreng guna mengambil alih 24440 saham FFI yang mewakili seluruh kepemilikan produsen susu ternama itu

Saat ini Frisian Flag Indonesia dikuasai oleh FrieslandCampina International Holding BV FCIH dengan porsi 7809 persen Blue Waves Group Ventures Pte Ltd BWG 1691 persen dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa BWI 5 persen Setelah transaksi ini rampung FCIH dipastikan akan menjadi pengendali baru ULTJ Konsekuensinya FCIH wajib menggelar penawaran tender wajib atau mandatory tender offer MTO atas saham ULTJ yang beredar di publik sesuai aturan pasar modal

Perubahan kepemilikan ini tentu membawa dampak signifikan bagi struktur pemegang saham ULTJ Dalam skenario di mana hanya FCIH BWG dan BWI yang mengeksekusi HMETD mereka porsi kepemilikan FCIH di ULTJ akan mencapai sekitar 3081 persen Sementara itu kepemilikan Sabana Prawirawidjaja yang sebelumnya menjadi pengendali utama dengan 5317 persen akan terdilusi menjadi 3219 persen

Jika seluruh pemegang saham ULTJ termasuk investor publik ikut serta dalam HMETD porsi FCIH akan sedikit berkurang menjadi sekitar 2895 persen Bagi pemegang saham publik yang memilih tidak melaksanakan HMETD mereka menghadapi potensi dilusi kepemilikan maksimal hingga 4311 persen Namun manajemen ULTJ menegaskan bahwa tidak adanya partisipasi dari pemegang saham publik tidak akan mengganjal proses akuisisi FFI karena transaksi utama dilakukan melalui inbreng saham oleh para pemilik FFI

Manajemen ULTJ dalam keterbukaan informasinya menyatakan Perseroan bermaksud untuk melakukan PMHMETD IV di mana penggunaan dana atas Rencana PMHMETD IV akan digunakan antara lain untuk pengambilalihan seluruh saham FFI dari Pemegang Saham FFI melalui mekanisme penyetoran 10000 persen saham FFI oleh Pemegang Saham FFI ke dalam Perseroan sebagai setoran modal ke dalam Perseroan dalam bentuk lain selain uang inbreng Ini menandai babak baru bagi ULTJ dan industri susu Indonesia

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *