faseberita.id – Indonesia bersiap membuat gebrakan besar di kancah perdagangan global. Regulator keuangan OJK menjadwalkan peluncuran Bursa Mineral dan Komoditas Strategis atau Indonesia Commodity Exchange (Icomex) pada 17 September 2026. Operasional penuh bursa ini direncanakan dimulai awal tahun 2027 sebuah langkah ambisius yang digadang-gadang akan mengubah peta kekuatan harga komoditas dunia.
Kehadiran Icomex bukan sekadar bursa baru melainkan sebuah manifestasi dari ambisi Indonesia untuk memantapkan posisinya dalam penentuan harga komoditas. Ini adalah bursa khusus mineral dan komoditas strategis pertama di Tanah Air yang bertujuan menciptakan perdagangan yang transparan terstruktur dan berdaulat. Sebagai langkah awal komoditas timah akan menjadi primadona yang diperdagangkan di bursa ini.

Muhammad Toha Ketua Kajian Mineral Strategis Mineral Kritis dan Hilirisasi PERHAPI menyambut hangat inisiatif pembentukan Icomex. Menurutnya gagasan ini sangat brilian untuk memastikan mineral strategis diperdagangkan secara terbuka. Dengan demikian harga yang terbentuk di bursa ini bisa menjadi acuan global. Harapannya Indonesia akan memiliki kedaulatan penuh atas sumber daya vital seperti nikel emas tembaga bauksit hingga aluminium.
Namun perjalanan menuju kedaulatan harga ini tidaklah mulus. Meski transaksi akan terjadi dan harga ditentukan di Indonesia Icomex menghadapi tantangan besar. Indonesia harus mampu membangun ekosistem pasar yang kuat melalui bursa ini sekaligus memikat para pedagang dan investor untuk aktif bertransaksi.
Prospek cerah dan rintangan yang menghadang upaya Indonesia membentuk bursa mineral ini sempat dibahas mendalam. Simak ulasan lengkapnya dalam dialog Shafinaz Nachiar bersama Muhammad Toha di program Closing Bell faseberita.id pada Kamis 17 September 2026.







