faseberita.id – PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk MGLV bersiap menggelar aksi korporasi jumbo melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu PMHMETD I atau rights issue. Emiten penyedia infrastruktur data center ini menargetkan perolehan dana segar fantastis mencapai Rp2,53 triliun. Langkah strategis ini diharapkan mampu memperkuat struktur permodalan dan memuluskan rencana ekspansi perusahaan ke depan.
Dalam penawaran umum terbatas ini MGLV akan melepas sebanyak-banyaknya 285.732.512 saham biasa atas nama. Setiap saham baru memiliki nilai nominal Rp20 dan setara dengan 13,04 persen dari total saham perseroan pasca-pelaksanaan rights issue. Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp8.880 per saham. Setiap pemegang 100 saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham DPS pada 3 November 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas 15 HMETD.

Komitmen kuat datang dari pemegang saham utama PT Nextier Datamate Center NDC yang memiliki 65,10 persen saham MGLV. NDC menyatakan akan mengeksekusi seluruh 186.000.000 HMETD yang menjadi haknya dengan nilai pelaksanaan mencapai sekitar Rp1,65 triliun. Dukungan ini menandakan kepercayaan besar terhadap prospek pertumbuhan MGLV.
Dana hasil PMHMETD I setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan dialokasikan untuk beberapa pos penting. Sekitar Rp668,61 miliar akan digunakan untuk mengakuisisi piutang NDC kepada PT Nextier Askara Center NAC senilai Rp668,45 miliar dan piutang NDC kepada PT Nextier GenAi Center NGC sebesar Rp160 juta. Akuisisi ini berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham dan Piutang yang diteken pada 2 Juli 2026.
Selanjutnya sekitar Rp1,6 triliun akan disuntikkan sebagai modal kepada anak perusahaan yaitu NAC dan NGC. Dari jumlah tersebut sekitar Rp1 triliun akan mengalir ke NGC untuk pembangunan fasilitas data center di Kawasan Industri Terpadu Batang KITB. Dana ini akan dipakai untuk pembayaran cicilan sewa tanah bangunan dan prasarana serta pengadaan mesin dan peralatan. Selain itu dana juga dapat digunakan untuk mengganti biaya pembangunan yang sebelumnya telah dikeluarkan NDC. NGC sendiri memiliki hak pemanfaatan lahan industri seluas 144.582 meter persegi berdasarkan perjanjian yang berlaku sejak 27 April 2026. Meskipun belum beroperasi secara komersial saat prospektus diterbitkan MGLV akan tetap menguasai 99,9 persen saham NGC setelah suntikan modal ini.
Sementara itu sekitar Rp600 miliar akan disalurkan kepada NAC untuk pengembangan fasilitas data center di Jababeka Cikarang Jawa Barat. Alokasi dana ini mencakup pengadaan mesin dan peralatan serta penggantian atau pengembalian biaya pengembangan yang telah dibayarkan NDC. Berbeda dengan NGC NAC telah beroperasi secara komersial. Setelah penyetoran modal ini kepemilikan MGLV atas NAC juga akan tetap 99,9 persen.
Sisa dana dari rights issue akan dimanfaatkan sebagai modal kerja untuk membiayai operasional harian perseroan. Ini termasuk pembayaran gaji dan tunjangan karyawan jasa profesional seperti konsultan pajak audit dan IT biaya pajak serta biaya keuangan lainnya.







