faseberita.id – Otoritas Jasa Keuangan OJK memastikan sektor jasa keuangan nasional tetap kokoh di tengah badai gejolak global. Meskipun tensi geopolitik di Timur Tengah meningkat tajam dengan Selat Hormuz yang masih tertutup rapat stabilitas finansial domestik disebut aman terkendali.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menjelaskan penutupan Selat Hormuz telah memicu lonjakan harga komoditas dan mempercepat laju inflasi dunia. Kondisi ini semakin diperkeruh oleh dampak El Nino yang berkepanjangan menambah beban ekonomi global.

Di sisi lain momentum pertumbuhan ekonomi dunia menunjukkan sinyal perlambatan. Amerika Serikat melaporkan kinerja ekonomi di bawah ekspektasi pasar disertai dengan pasar tenaga kerja yang mulai lesu. Sementara itu Produk Domestik Bruto PDB Tiongkok hanya tumbuh 43 persen secara tahunan dengan indikasi produksi dan permintaan domestik yang melemah.
Friderica juga menyoroti kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah di negara-negara maju. Fenomena ini menurutnya didorong oleh masifnya belanja modal perusahaan-perusahaan teknologi raksasa atau hyperscaler yang terus berinvestasi besar-besaran.
"Meskipun tekanan dari kancah global cukup besar stabilitas sektor jasa keuangan domestik kita masih sangat terjaga" tegas Friderica dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan RDKB OJK yang diselenggarakan secara daring Senin 7 September 2026.
Sebagai bagian dari agenda strategis OJK juga tengah mengintensifkan reformasi pasar modal. Langkah ini mencakup proses demutualisasi bursa serta penguatan penegakan hukum di sektor pasar modal demi menciptakan ekosistem investasi yang lebih sehat dan transparan.







