faseberita.id – Bursa Efek Indonesia BEI baru-baru ini mengumumkan revisi besar-besaran terhadap tolok ukur penentuan saham yang masuk dalam papan pemantauan khusus. Kebijakan strategis ini lahir dari peninjauan menyeluruh atas penerapan mekanisme full call auction FCA yang bertujuan meningkatkan kualitas pasar modal Indonesia.
Presiden Direktur Profindo Sekuritas Karman Pamurahardjo menyoroti bahwa pergeseran fokus ini merupakan langkah penting. Menurutnya BEI kini lebih memprioritaskan penyaringan saham berdasarkan kekuatan fundamental emiten. Ini menandakan upaya bursa untuk memastikan hanya perusahaan dengan landasan yang kokoh yang berada di bawah pengawasan khusus.

Dari total sebelas patokan yang digunakan dalam FCA mayoritas yaitu enam di antaranya kini berlandaskan pada aspek fundamental perusahaan. Sementara itu empat kriteria lainnya berpusat pada dinamika aktivitas pasar dan satu kriteria bersifat penilaian umum. Perubahan komposisi ini menunjukkan komitmen bursa untuk mendalami kualitas intrinsik suatu saham.
Lantas bagaimana para investor dan pelaku pasar menyikapi reformasi yang digulirkan bursa ini Karman Pamurahardjo sendiri telah mengupas tuntas implikasi kebijakan baru ini dalam sebuah dialog eksklusif di program Power Lunch faseberita.id bersama Shania Alatas. Diskusi tersebut memberikan pandangan mendalam mengenai potensi dampak perubahan kriteria ini terhadap strategi investasi di masa mendatang.







