faseberita.id – Lembaga Penjamin Simpanan LPS mulai menunjukkan taringnya dalam upaya menertibkan praktik suku bunga istimewa bagi para deposan kakap. Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu secara tegas menyatakan harapan besar agar era bunga khusus ini bisa segera berakhir paling lambat tahun depan. Langkah ini diambil di tengah kondisi perbankan nasional yang tetap kokoh dan stabil.
Anggito Abimanyu menegaskan bahwa sektor perbankan Tanah Air masih berada dalam kondisi prima hingga bulan ini. Berbagai indikator makro menunjukkan kinerja positif yang patut diapresiasi. Rasio Kecukupan Modal atau CAR perbankan masih berada di kisaran 23 persen, sementara rasio kredit macet NPL tetap terjaga di bawah 2 persen. Pertumbuhan simpanan juga mencapai 10 persen dan penyaluran kredit melesat hingga 13 persen. Angka-angka ini menjadi bukti nyata bahwa sistem perbankan Indonesia tetap sehat lancar dan aman.

Meskipun demikian Anggito tidak menampik bahwa praktik pemberian bunga spesial atau suku bunga khusus untuk simpanan jumbo masih ada. Namun ia melihat tren penurunan yang signifikan. Tantangan utama dalam menghilangkan praktik ini adalah keberadaan kontrak simpanan yang telah berjalan. Oleh karena itu Anggito berharap pada tahun 2027 mendatang seluruh bank dapat sepenuhnya mematuhi tingkat bunga penjaminan LPS terutama untuk kontrak-kontrak simpanan yang baru.
LPS juga menyambut baik sinyal positif dari Menteri Keuangan terkait komitmen lembaga-lembaga keuangan di bawah Kementerian Keuangan atau Special Mission Vehicle SMV. Menteri Keuangan menghendaki agar SMV BUMN tersebut menjadi pelopor dalam mengikuti tingkat bunga penjaminan LPS. Ini merupakan pertanda baik yang diharapkan dapat diikuti oleh seluruh pelaku industri perbankan.
Anggito mendesak semua pihak mulai dari bank swasta Himpunan Bank Milik Negara Himbara hingga Bank Perkreditan Rakyat BPR untuk patuh pada ketentuan suku bunga penjaminan LPS. Ia juga secara khusus mengimbau para pemilik dana besar agar tidak lagi meminta perlakuan khusus berupa suku bunga di atas batas penjaminan. Meski praktik yang sudah terikat kontrak tidak bisa diubah seketika Anggito optimistis bahwa pada tahun 2027 praktik bunga spesial akan menjadi sejarah bagi simpanan baru.







