faseberita.id – PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk BBRI kembali mencatatkan kinerja cemerlang dengan laba bersih tahun berjalan yang melesat menjadi Rp312 triliun pada semester I-2026 Angka ini naik 175 persen secara tahunan dari Rp2653 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya sekaligus melampaui ekspektasi pasar
Keberhasilan ini tak lepas dari peran vital anak perusahaan yang semakin menunjukkan taringnya PT Pegadaian misalnya kini menjadi motor penggerak utama yang menyumbang lebih dari seperlima total laba BRI Group

Berdasarkan analisis BNI Sekuritas laba bersih Pegadaian melonjak fantastis 84 persen secara tahunan mencapai Rp66 triliun pada semester I-2026 Peningkatan ini didorong oleh ekspansi kredit yang agresif sebesar 53 persen yoy serta margin bunga bersih NIM yang tetap kokoh di level 182 persen
Pertumbuhan bisnis Pegadaian terutama disokong oleh kenaikan penyaluran pinjaman gadai yang meroket 62 persen yoy Selain itu produk-produk berbasis emas juga mencatatkan ekspansi yang sangat kuat
Kontribusi Pegadaian terhadap laba BRI Group pun semakin signifikan kini mencapai lebih dari 20 persen Hal ini menegaskan posisi strategis Pegadaian dalam menopang pertumbuhan kinerja perseroan secara keseluruhan
Namun BNI Sekuritas juga menyoroti adanya pelemahan pada pendapatan operasional lainnya di kuartal II-2026 Total pendapatan operasional lain termasuk penjualan emas tercatat turun 61 persen secara kuartalan dan 05 persen secara tahunan menjadi Rp13 triliun
Jika penjualan emas tidak dihitung pendapatan operasional inti lainnya relatif stabil secara kuartalan namun masih turun 17 persen yoy menjadi Rp124 triliun Penurunan ini sebagian besar berasal dari pendapatan terkait treasury yang anjlok 82 persen secara kuartalan dan 81 persen secara tahunan menjadi Rp248 miliar Bahkan keuntungan dari transaksi valuta asing berbalik menjadi kerugian sebesar Rp183 miliar
Di tengah tekanan tersebut pendapatan dari fee dan komisi masih menunjukkan pertumbuhan positif 61 persen yoy Namun pemulihan aset yang telah dihapus buku justru menurun 2 persen yoy Secara keseluruhan pendapatan non-bunga BRI masih dianggap relatif lemah Meskipun penjualan emas memberikan dukungan belum sepenuhnya menutupi pelemahan pada beberapa sumber pendapatan lainnya
Meski demikian lonjakan kinerja Pegadaian memberikan angin segar bagi BRI Group Pertumbuhan kredit yang agresif margin yang tinggi serta ekspansi bisnis gadai dan produk emas menjadikan Pegadaian semakin krusial dalam diversifikasi sumber pendapatan grup
Sebelumnya dalam paparan kinerja virtual Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari menjelaskan ekosistem anak perusahaan yang kian lengkap menjadi salah satu pilar penguatan bisnis BRI
Pegadaian menjadi contoh paling menonjol Dibandingkan tahun 2021 total aset Pegadaian telah meningkat lebih dari dua kali lipat mencapai Rp1858 triliun pada Juni 2026 Sementara itu pembiayaan Pegadaian melesat hampir tiga kali lipat menjadi Rp1551 triliun
Jumlah nasabah yang dilayani juga meluas dari 66 juta menjadi 9 juta dalam periode yang sama Menurut Vivi pertumbuhan ini menunjukkan peran Pegadaian yang semakin luas dalam ekosistem keuangan BRI Group
BRI Group juga terus memperkuat ekosistem emas melalui Pegadaian Saat ini Pegadaian memiliki layanan emas yang terintegrasi mulai dari deposito perdagangan jasa titipan tabungan cicil hingga gadai emas
Vivi memaparkan per Juni 2026 deposito emas Pegadaian mencapai 2229 kilogram kg sementara pembiayaan modal kerja emas mencapai 220 kg Aktivitas perdagangan emas telah mencapai 95 ton Di sisi lain layanan jasa titipan emas mengelola sekitar 37 ton emas
Ekosistem emas Pegadaian juga ditopang oleh saldo tabungan emas yang mencapai 202 ton dengan valuasi lebih dari Rp48 triliun Sementara itu omzet cicil emas mencapai 53 ton dengan valuasi hampir Rp13 triliun Adapun outstanding pembiayaan gadai emas mencapai sekitar 114 ton
Bisnis emas ini bukan sekadar diversifikasi produk tetapi bagian dari strategi memperluas ekosistem layanan keuangan dan investasi bagi masyarakat Indonesia sekaligus mengoptimalkan kekuatan Pegadaian sebagai bagian dari Holding Ultra Mikro ujarnya







