News  

Terungkap Penyebab Penjualan Mobil Murah Terjun Bebas

admin

faseberita.id – Industri otomotif nasional dikejutkan dengan anjloknya performa penjualan segmen Low Cost Green Car (LCGC) pada tahun 2025. Data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa distribusi mobil LCGC hanya mencapai 122.686 unit. Angka ini merosot tajam sekitar 30,6 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang menembus 176.766 unit.

Wakil Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor, Jap Ernando Demily, angkat bicara mengenai fenomena ini. Menurutnya, kemerosotan tersebut bukan disebabkan oleh ketatnya persaingan antar jenis mobil lain. Ernando menegaskan bahwa faktor utama yang memukul penjualan LCGC adalah tekanan pada daya beli serta kondisi ekonomi masyarakat kelas menengah saat ini. Pernyataan ini disampaikannya saat menghadiri pameran GIIAS 2026 di ICE BSD City, Tangerang, pada Rabu, 29 Juli 2026.

Terungkap Penyebab Penjualan Mobil Murah Terjun Bebas
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Ernando menambahkan bahwa segmen LCGC memiliki pangsa pasar yang kuat di kalangan pembeli mobil pertama atau first time buyer, terutama dari kelompok menengah. Ia optimis bahwa penjualan mobil ramah lingkungan ini akan kembali bangkit seiring dengan perbaikan dan pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Mobil LCGC sendiri dirancang sebagai kendaraan yang efisien dan berkelanjutan. Keunggulannya terletak pada konsumsi bahan bakar yang hemat serta emisi gas buang yang lebih rendah. Selain itu, produksi LCGC di dalam negeri turut berkontribusi signifikan dalam meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sesuai arahan pemerintah. Kontribusi LCGC terhadap total penjualan mobil nasional pun tidak bisa dianggap remeh, mencapai antara 15 hingga 20 persen dari keseluruhan pasar.

Dominasi pasar LCGC di Indonesia masih dipegang erat oleh merek-merek di bawah naungan PT Astra International Tbk, yakni Toyota dan Daihatsu. Pada tahun 2024, pangsa pasar mereka mencapai 74,29 persen dan sedikit meningkat menjadi 75,38 persen di tahun 2025. Bahkan pada semester pertama 2026, dominasi ini semakin menguat hingga 77,97 persen. Sementara itu, merek Honda juga turut berkontribusi dengan porsi 25,71 persen pada 2024, 24,62 persen pada 2025, dan 22,03 persen selama semester pertama 2026.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *