News  

Geger Emak Emak Cirebon Buru Ribuan Penunggak Pajak

admin

faseberita.id – Pemerintah Kota Cirebon mengambil langkah tak biasa namun cerdik dalam upaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ribuan penunggak pajak kendaraan bermotor (PKB) kini harus bersiap menghadapi "pasukan khusus" yang mayoritas terdiri dari ibu-ibu atau emak-emak lokal. Strategi ini diharapkan mampu secara signifikan meningkatkan penerimaan daerah dari sektor pajak kendaraan.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Cirebon, Arif Kurniawan, mengungkapkan bahwa tim ini dinamakan "Petugas Penelusur". Mereka bertugas melacak puluhan ribu kendaraan yang sudah lama tidak membayar kewajiban pajaknya. Uniknya, para petugas ini adalah warga setempat yang akan menyisir hingga ke tingkat rukun warga, memanfaatkan kedekatan sosial dan kemampuan persuasif mereka.

Geger Emak Emak Cirebon Buru Ribuan Penunggak Pajak
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Arif menjelaskan, fokus utama adalah Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) atau sering disebut kendaraan "bodong" pajak. Jumlahnya fantastis, mencapai 35.399 unit dengan masa tunggakan lebih dari lima tahun. Program penelusuran masif ini adalah upaya serius untuk mengoptimalkan penerimaan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Inisiatif ini juga merupakan bentuk dukungan Pemkot Cirebon terhadap Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Samsat Jawa Barat. Pembagian porsi opsen pajak daerah menjadi pendorong utama Pemkot menerjunkan tenaga tambahan di lapangan. Pemilihan emak-emak sebagai ujung tombak bukan tanpa alasan. Karakter mereka yang persuasif, luwes, dan memiliki waktu luang lebih banyak di siang hari dinilai jauh lebih efektif dibandingkan tim sebelumnya yang didominasi laki-laki.

Meskipun demikian, proses seleksi tetap ketat. Sepuluh kelurahan prioritas diminta menyetorkan masing-masing sepuluh nama calon petugas penelusur. Kriteria yang harus dipenuhi antara lain domisili lokal, komunikatif, persuasif, melek teknologi, dan memiliki komitmen tinggi. Kelurahan yang disasar mencakup area dengan potensi tunggakan tertinggi hingga terendah di Cirebon.

Data menunjukkan, Kelurahan Kalijaga menduduki peringkat teratas dengan potensi tunggakan mencapai 5.276 unit. Diikuti oleh Harjamukti, Kecapi, Larangan, Kesenden, Sukapura, Drajat, Karyamulya, dan Pegambiran. Sementara itu, Kelurahan Pekiringan tercatat memiliki potensi tunggakan PKB terendah dengan 2.697 unit.

Berdasarkan informasi dari infopajak.cirebonkota.go.id, per 30 Juli 2026 pukul 14.00 WIB, total pendapatan Kota Cirebon dari sektor pajak telah mencapai lebih dari Rp 163 miliar, atau sekitar 45,56 persen dari target keseluruhan Rp 357,9 miliar. Khusus untuk opsen PKB, realisasinya mencapai Rp 25,8 miliar (49,1 persen dari target Rp 52,6 miliar), dan BBNKB sebesar Rp 13 miliar (50,63 persen dari target Rp 25,8 miliar). Angka-angka ini menunjukkan masih besarnya potensi yang bisa digali melalui program penelusuran ini.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *