faseberita.id – Minat investor terhadap Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri ORI030 melonjak drastis hingga menembus angka Rp 21,9 triliun. Angka fantastis ini hanya selisih tipis dari target awal pemerintah sebesar Rp 25 triliun. Dengan periode penawaran yang masih berlangsung hingga 30 Juli 2026, pemerintah kini serius mempertimbangkan untuk mengerek batas alokasi di atas target semula.
Chandra Wibowo Ketua Tim Pengembangan dan Pendalaman Pasar Surat Utang Negara Direktorat Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan mengungkapkan bahwa ORI030 menawarkan tiga pilar utama yang sangat dicari investor yakni keamanan kepastian dan fleksibilitas.

Dari aspek keamanan investasi pada ORI030 sangat terjamin. Pemerintah Republik Indonesia menjadi penjamin penuh sehingga risiko gagal bayar nyaris nihil selama negara ini berdiri kokoh. Ini memberikan ketenangan bagi para pemodal.
Kemudian bicara soal kepastian ORI030 menyuguhkan imbal hasil yang tetap dan kompetitif. Untuk tenor tiga tahun investor akan menikmati keuntungan 6,9 persen sementara tenor enam tahun menawarkan 7 persen. Angka ini tergolong sangat menarik mengingat pajak penghasilan (PPh) final yang dikenakan hanya 10 persen jauh lebih rendah dibanding bunga deposito yang mencapai 20 persen. Sejak seri ORI pertama kali diluncurkan pada tahun 2008 pembayaran kupon selalu konsisten setiap tanggal 15 dan skema jatuh tempo tidak pernah berubah selama lebih dari dua dekade.
Tak hanya itu ORI030 juga unggul dalam fleksibilitas. Sebagai salah satu jenis Surat Berharga Negara (SBN) ritel instrumen ini dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Fitur ini memungkinkan investor untuk mencairkan dananya sebelum jatuh tempo jika diperlukan.
Menurut Chandra ORI030 sangat ideal bagi semua kalangan investor mulai dari pemula hingga yang sudah berpengalaman untuk melakukan diversifikasi portofolio mereka. "Saya melihat ORI030 ini di tengah kondisi ekonomi saat ini adalah salah satu alternatif investasi yang terjamin stabil dan menawarkan keuntungan kompetitif bagi para investor khususnya individu" tegasnya dalam acara UOB Media Literacy Navigating Market Volatility Building Portfolio Resilience with ORI030 di Jakarta pada Kamis 16 Juli 2026.


