faseberita.id – Kabar gembira datang dari panggung ekonomi global Indonesia kembali membuktikan ketangguhannya di tengah badai ketidakpastian dunia. Standard & Poor’s Global Ratings S&P baru-baru ini mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level layak investasi atau investment grade sebuah pengakuan yang disambut positif oleh pemerintah. Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan menegaskan capaian ini mencerminkan ketahanan ekonomi nasional yang tetap kokoh.
Dalam forum Risk and Governance Summit 2026 di Jakarta Ferry Irawan menjelaskan bahwa peringkat BBB dengan prospek stabil yang diberikan S&P merupakan sinyal kuat bagi investor. Laporan S&P yang dirilis pekan lalu secara gamblang menyebutkan bahwa prospek cerah ini didukung oleh resiliensi ekonomi Indonesia di tengah gejolak global serta pengelolaan fiskal yang tetap terjaga. Ini menempatkan Indonesia pada kategori yang sangat diminati para pemodal internasional.

Ferry menambahkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia tidak hanya datang dari S&P. Dua lembaga pemeringkat internasional terkemuka lainnya Moody’s dan Fitch juga konsisten mempertahankan status layak investasi bagi Tanah Air. Penilaian seragam ini menjadi bukti nyata bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat dan stabil meskipun dinamika ekonomi global terus bergejolak.
Lebih jauh lagi berbagai institusi keuangan dunia turut mengamini prospek positif Indonesia. Dana Moneter Internasional IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5 persen pada tahun 2026. Senada dengan itu Bank Pembangunan Asia ADB bahkan menaksir pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menyentuh angka 52 persen. Angka-angka ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjaga momentum pertumbuhan bahkan melampaui beberapa negara di kawasan yang justru menghadapi revisi proyeksi pertumbuhan ke bawah.
Untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan capaian gemilang ini Ferry Irawan menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan konsistensi kebijakan. Peningkatan efektivitas kelembagaan transparansi kepastian regulasi serta penguatan infrastruktur pasar keuangan menjadi pilar utama. Langkah-langkah strategis ini krusial untuk menjaga kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan demi masa depan Indonesia yang lebih cerah.







