faseberita.id – Sebuah potensi mengejutkan menyelimuti pasar modal Indonesia ancaman penurunan status bursa saham nasional oleh lembaga indeks global Morgan Stanley Capital International MSCI menjadi perbincangan hangat Namun para ahli meyakini peluangnya sangat tipis bahkan nyaris tidak terjadi
Pakar pasar modal Tae Yong Shim dari PT Samuel Tumbuh Bersama mengungkapkan probabilitas Indonesia diturunkan dari pasar berkembang atau emerging market menjadi pasar frontier hanya sekitar 27 persen Angka ini mengacu pada data platform prediksi global Polymarket Secara pribadi Shim bahkan berpendapat peluangnya jauh lebih kecil lagi yakni di bawah 10 persen tepatnya 9 persen Ia menegaskan isu terkait MSCI sudah ditangani dengan baik

Kekhawatiran pasar sempat mencuat ketika MSCI melakukan tinjauan klasifikasi pasar Sebelumnya pada 24 Juni 2026 MSCI memang memutuskan untuk mempertahankan status bursa saham Indonesia di level emerging market Namun lembaga tersebut memberikan tenggat waktu tinjauan penilaian hingga November 2026 sebelum mengambil keputusan final
Isu transparansi kepemilikan saham di atas 1 persen menjadi ganjalan utama yang disorot MSCI Hal ini sempat menyebabkan MSCI memberikan peringatan awal dengan pembekuan sementara penilaian indeks saham Indonesia Shim menganggap penilaian MSCI terhadap Indonesia terlalu keras mengingat pemerintah dan Self Regulatory Organization SRO telah berupaya melakukan reformasi pasar modal Termasuk merilis ketentuan pengungkapan data kepemilikan saham dan menetapkan aturan batas minimum saham beredar atau free float minimal 15 persen
Shim mengkritik keras aturan free float 15 persen yang dinilainya terlalu tinggi Sebagai perbandingan ia menyebutkan perusahaan milik Elon Musk Space X hanya melepas 3 persen dari total sahamnya kepada publik Dengan aturan 15 persen yang berlaku di Indonesia Space X mustahil terdaftar di bursa kita ucapnya
Menanggapi hal ini Otoritas Jasa Keuangan OJK menegaskan komitmennya untuk memperkuat reformasi pasar modal Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menghargai keputusan MSCI untuk terus mengawasi dan menilai agenda reformasi pasar modal Indonesia
Hasan menyatakan OJK dan SRO pasar modal akan terus aktif mengkomunikasikan upaya reformasi kepada lembaga penyedia indeks global serta para investor Kami meyakini pasar modal Indonesia masih sangat prospektif dan menarik baik bagi investor domestik maupun global Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian domestik yang terjaga basis investor yang terus bertumbuh valuasi saham yang kompetitif dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih sangat positif ujarnya






