faseberita.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan alokasi dana untuk setiap porsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan dipangkas. Meskipun anggaran keseluruhan Badan Gizi Nasional (BGN) mengalami penyesuaian, nilai per porsi makanan bergizi dipastikan tetap utuh sesuai rencana awal.
Purbaya menegaskan bahwa kualitas gizi makanan akan tetap terjaga. Bahkan, ia menyebutkan adanya rencana perbaikan sumber daya manusia di BGN, termasuk perekrutan lebih banyak pakar nutrisi. Pernyataan ini disampaikan Purbaya dalam konferensi pers di kantor Kementerian Keuangan Jakarta pada Jumat 26 Juni 2026.

Sebelumnya, anggaran BGN tahun ini direncanakan sebesar Rp 335 triliun. Namun, demi efisiensi, alokasi tersebut dikurangi menjadi Rp 268 triliun. Meski demikian, biaya per porsi menu MBG yang berkisar Rp 8.000 hingga Rp 10.000 tidak akan terpengaruh. Purbaya mengaku telah meninjau proposal efisiensi dari Kepala BGN dan menyetujuinya, bahkan berharap bisa lebih banyak lagi penghematan.
Purbaya menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat serius dalam membenahi tata kelola program MBG. Keseriusan ini terlihat dari penangkapan beberapa pimpinan BGN, termasuk Dadan Hindayana, terkait dugaan kasus korupsi dalam program tersebut.
Sementara itu, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari pada Senin 15 Juni 2026 sempat mengungkapkan bahwa pagu indikatif lembaganya untuk tahun 2027 mencapai Rp 270.201.499.678.000. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi untuk dikurangi kembali setelah melalui berbagai simulasi berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
BGN berkomitmen untuk terus menyempurnakan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Fokus utama adalah mengalihkan penerima manfaat kepada kelompok yang paling membutuhkan. Selain itu, Badan Gizi Nasional juga telah menjalin sinergi dengan Kementerian Kesehatan untuk menetapkan standar pemberian gizi yang tepat, khususnya bagi bayi, anak-anak, hingga pemenuhan nutrisi di usia selanjutnya.







