faseberita.id – Kebijakan ekspor satu pintu untuk komoditas nikel menuai sorotan tajam dari para pengusaha Mereka khawatir langkah pemerintah ini justru bisa mengikis daya tarik investasi triliunan rupiah yang telah masuk dan sedang berjalan di sektor strategis ini
Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia FINI Arif Perdana Kusumah mengungkapkan kekhawatirannya dalam sebuah diskusi di Jakarta Rabu 24 Juni 2026 Arif menekankan pentingnya menjaga iklim investasi agar proyek ekspansi yang sedang berjalan tidak kehilangan momentumnya

Diskusi bertajuk Ekspor Satu Pintu dan Masa Depan Industri Sawit dan Tambang Nasional itu menjadi wadah bagi Arif untuk menyampaikan suara pelaku usaha Pihaknya memahami tujuan mulia pemerintah memberlakukan skema ekspor tunggal ini yakni untuk mengatasi praktik under invoicing transfer pricing dan tentu saja mendongkrak devisa negara
Namun Arif menegaskan ada setidaknya lima poin krusial yang harus menjadi perhatian pemerintah Pertama adalah nasib kontrak jangka panjang yang telah terjalin erat antara produsen nikel dan pembeli global Skema ekspor baru ini jangan sampai merusak komitmen yang sudah ada dan berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi pelaku usaha
Kedua beban biaya tambahan akibat mekanisme baru dikhawatirkan menggerus keuntungan produsen Apalagi industri nikel saat ini sedang dihantam tekanan global yang memicu lonjakan harga bahan baku dan energi Ditambah lagi beban internal dari kebijakan pemerintah menaikkan harga patokan bijih nikel
Poin ketiga yang tak kalah penting adalah ancaman terhadap daya tarik investasi Arif mengingatkan bahwa ada investasi jumbo senilai 20 miliar dolar Amerika Serikat yang diproyeksikan masuk ke industri nikel pada periode 2026 hingga 2028 Kebijakan ini harus menjaga iklim investasi tetap kondusif agar proyek ekspansi tersebut tidak mandek atau bahkan batal
Keempat Arif menyoroti pasar nikel dan produk turunannya yang sangat dinamis Mekanisme harga kecepatan transaksi dan fleksibilitas logistik menjadi kunci daya saing Indonesia saat ini Ia berharap produk nikel tidak hanya diserap oleh Tiongkok sebagai konsumen terbesar dunia tetapi juga merambah pasar Amerika Eropa Korea dan Jepang
Terakhir Arif menyinggung soal mekanisme penetapan harga Selama ini Indonesia menggunakan dua indeks harga yakni London Metal Exchange LME dan Shanghai Metal Market SMM Pertanyaan besar muncul Apakah Indonesia akan menciptakan bursa mineral sendiri untuk menentukan indeks harga yang lebih mandiri di masa depan







