faseberita.id – Kabar gembira bagi jutaan rumah tangga di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menggeber program ambisius perluasan jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga. Targetnya tidak main-main, 160 ribu sambungan baru akan segera terealisasi pada tahun 2026, membuka gerbang energi bersih dan hemat biaya bagi masyarakat.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan komitmen ini saat meninjau langsung implementasi jargas berbasis Compressed Natural Gas (CNG) di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Menurut Yuliot, skema CNG clustering atau "beyond pipeline" menjadi kunci utama percepatan pemerataan akses gas bumi. Metode inovatif ini memungkinkan distribusi gas ke wilayah yang belum terjangkau pipa transmisi, memangkas waktu tunggu dan mempercepat ketersediaan energi bersih. Lelang proyek akbar ini dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli mendatang, setelah kajian kesiapan daerah rampung.

Ratusan ribu sambungan jargas tersebut akan tersebar di berbagai titik strategis di Pulau Jawa Sumatera dan Kalimantan. Pemilihan lokasi tentu mempertimbangkan kedekatan dengan sumber gas memastikan pasokan yang berkelanjutan. Sleman menjadi bukti nyata keberhasilan program ini. Saat ini 4.545 rumah tangga enam pelanggan kecil dan empat pelanggan komersial di Sleman telah menikmati manfaat jargas CNG. Dengan jaringan distribusi sepanjang lebih dari 141 kilometer penyaluran gas bumi mencapai sekitar 84 ribu meter kubik per bulan setara dengan penghematan 64 metrik ton LPG bulanan.
Dampak positifnya pun terasa hingga sektor produktif. Salah satu restoran di Sleman misalnya merasakan penghematan biaya energi hingga 30 sampai 33 persen dibandingkan penggunaan LPG. Ini menunjukkan potensi besar jargas dalam menekan pengeluaran rumah tangga dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Visi pemerintah tidak berhenti di situ. Yuliot Tanjung mengungkapkan rencana peningkatan pembangunan jargas secara masif. Dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) target satu juta sambungan rumah tangga diharapkan tercapai pada tahun 2027 dan terealisasi penuh pada 2028. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2026-2029 pemerintah menargetkan penambahan sekitar 350 ribu sambungan rumah per tahun melalui berbagai skema pendanaan. Hingga kini jargas telah menjangkau sekitar 827 ribu sambungan rumah tangga di 18 provinsi dan 74 kabupaten kota.
Direktur Utama PGN Arief K Risdianto menambahkan bahwa keberhasilan proyek jargas berbasis CNG di Sleman membuktikan efektivitas teknologi CNG Clustering. Solusi ini krusial untuk memperluas jangkauan gas bumi ke daerah-daerah yang belum terhubung jaringan transmisi utama. Arief juga menekankan aspek keamanan sebagai prioritas utama. Gas CNG yang bertekanan tinggi disalurkan melalui sistem pengaturan tekanan (Pressure Regulating System/PRS) sehingga sangat aman untuk digunakan oleh pelanggan rumah tangga. Ini menjamin kenyamanan dan keamanan bagi seluruh pengguna jargas.







