News  
admin

Minyakita: HET Bakal Berubah, Harga Bisa Naik atau Turun?

Wacana penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita kembali mengemuka. Menteri Perdagangan Budi Santoso baru-baru ini memberikan sinyal kuat akan perubahan HET yang telah berlaku sejak 2024, yakni Rp 15.700 per liter. Alasan utama di balik pertimbangan ini adalah masa berlaku HET yang dianggap sudah terlalu lama, bahkan disebut "tiga tahun lebih".

Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Pernyataan tersebut disampaikan Budi Santoso di kantor Kementerian Koordinator Pangan pada Rabu, 22 April 2026, usai rapat koordinasi penting. Kabar ini diperkuat oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang mengungkapkan bahwa Mendag telah secara resmi meminta perubahan harga Minyakita dalam rapat tersebut.

Menanggapi permintaan ini, Zulkifli Hasan menginstruksikan Kementerian Perdagangan, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta instansi terkait lainnya untuk segera melakukan perhitungan komprehensif guna menentukan penyesuaian HET yang paling tepat. Hasil perhitungan tersebut nantinya akan menjadi bahan diskusi dalam rapat khusus yang akan segera digelar.

Namun, perubahan HET ini tidak serta-merta berarti kenaikan harga. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, menegaskan bahwa penyesuaian bisa berarti "turun" atau disesuaikan dengan kondisi pasar terkini. Menurut Iqbal, pengkajian ulang HET akan mempertimbangkan berbagai aspek krusial, termasuk fluktuasi harga minyak kelapa sawit mentah (CPO), biaya kemasan, hingga efisiensi rantai distribusi. Penyesuaian ini diharapkan akan merombak struktur harga di berbagai tingkatan, mulai dari distributor utama (D1), distributor kedua (D2), hingga ke tangan pengecer.

Saat ini, harga jual Minyakita dari produsen kepada distributor utama (D1), yang merupakan BUMN di bidang pangan, berada di angka Rp 13.500 per liter. Selanjutnya, dari D1 ke D2, harga ditetapkan Rp 14.000 per liter, dan dari D2 ke pengecer sebesar Rp 14.500 per liter. Dengan HET yang berlaku saat ini sebesar Rp 15.700 per liter di tingkat konsumen, pengecer mendapatkan margin sekitar Rp 1.200 untuk setiap liter Minyakita yang terjual.

Data terkini dari faseberita.id menunjukkan bahwa pada Rabu, 22 April 2026, harga Minyakita di pasaran masih bertengger di angka Rp 15.926 per liter. Meskipun sempat mengalami penurunan tipis 0,10 persen dibandingkan hari sebelumnya, harga tersebut tetap melampaui batas HET yang ditetapkan. Kondisi ini semakin menggarisbawahi urgensi peninjauan ulang HET agar selaras dengan realitas pasar dan menjaga stabilitas harga bagi konsumen.


Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *