Stok Beras Bulog Probolinggo Melimpah, Aman Hingga 3 Tahun
PROBOLINGGO – Gudang-gudang beras milik Perum Bulog Kantor Cabang Probolinggo saat ini tengah menghadapi kondisi over kapasitas. Namun, kondisi ini justru menjadi kabar baik bagi ketahanan pangan, mengingat total stok beras yang tersimpan mencapai 105 ribu ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga dua sampai tiga tahun ke depan.

Hal ini diungkapkan oleh Pimpinan Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Probolinggo, Kuswadi, yang wilayah kerjanya meliputi Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, dan Kota Probolinggo.
Kuswadi merinci, dari total 105 ribu ton beras tersebut, 52 ribu ton tersimpan di gudang-gudang wilayah Lumajang, sementara 53 ribu ton lainnya berada di gudang-gudang sekitar Kota dan Kabupaten Probolinggo. "Sudah over kapasitas," tegas Kuswadi saat ditemui faseberita.id di sela kunjungannya ke Gudang Beras Curah Petung, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Selasa (10/3/2026).
Menyikapi kondisi ini, Bulog Probolinggo tidak tinggal diam. Berbagai langkah strategis telah diambil untuk menampung melimpahnya stok. "Kami sudah melakukan langkah-langkah sewa gudang di beberapa titik. Selain itu, kami juga menjalin kerja sama dengan mitra untuk meminjam gudang mereka guna menampung beras Bulog," jelas Kuswadi.
Dalam waktu dekat, Bulog juga berencana mendistribusikan sekitar 10 ribu ton beras. Distribusi ini akan dialokasikan untuk bantuan pangan serta mendukung gerakan nasional stabilisasi harga di pasar. "Kami akan distribusikan untuk bantuan pangan dan untuk gerakan nasional kurang lebih 10 ribu ton. Rencananya sampai pertengahan April mendatang," imbuh Kuswadi, yang berkantor di Kota Probolinggo ini.
Meski gudang penuh, Bulog Kantor Cabang Probolinggo tetap berkomitmen untuk terus menyerap komoditas gabah setara beras dari petani. Hingga saat ini, penyerapan telah mencapai 23 ribu ton dari target 74 ribu ton pada tahun 2026. Proses penyerapan ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun.
Untuk menjaga kualitas, Bulog menetapkan standar ketat bagi beras yang diserap, antara lain derajat sosoh minimal 95 persen, broken maksimal 25 persen, menir maksimal 2 persen, kadar air maksimal 14 persen, serta bebas hama dan benda asing. Sementara itu, untuk gabah, Bulog menerapkan kebijakan ‘any quality’, namun dengan syarat gabah harus benar-benar matang pohon, tidak terkena penyakit, dan tidak roboh.
Edukasi kepada masyarakat dan petani juga menjadi fokus Bulog. "Kami terus mengedukasi masyarakat agar gabah yang dikirimkan ke Bulog memiliki kualitas standar sesuai SNI," pungkas Kuswadi, menegaskan peran Bulog dalam menjaga kualitas pangan nasional.







