News  

Konflik Memanas, 17 Penerbangan Soetta ke Timur Tengah Batal

admin
Konflik Memanas, 17 Penerbangan Soetta ke Timur Tengah Batal

Cengkareng, faseberita.id – Sebanyak 17 penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Cengkareng, menuju berbagai destinasi di Timur Tengah terpaksa dihentikan sementara pada Minggu, 1 Maret 2026. Pembatalan massal ini merupakan imbas langsung dari penutupan wilayah udara di sejumlah negara di kawasan tersebut, menyusul eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Aziz Fahmi Harahap, pengganti sementara Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, mengonfirmasi situasi genting ini. "Sampai dengan pembaruan terakhir, tercatat 17 penerbangan yang terkonfirmasi cancelled," ujarnya pada Minggu (1/3/2026). Fahmi menjelaskan bahwa penutupan wilayah udara ini dipicu oleh serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, menciptakan ketidakpastian dan risiko keamanan yang tinggi bagi operasional penerbangan sipil.

Konflik Memanas, 17 Penerbangan Soetta ke Timur Tengah Batal
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Menurut data izin rute yang diterbitkan oleh otoritas terkait, serta pembaruan hingga pukul 10.00 WIB, seharusnya ada 39 penerbangan rute Timur Tengah yang terjadwal pada hari itu. Angka ini terdiri dari 20 penerbangan kedatangan (arrival) dan 19 penerbangan keberangkatan (departure), dengan rincian 38 penerbangan reguler dan 1 penerbangan charter. Rute-rute yang terdampak meliputi Abu Dhabi (AUH), Doha (DOH), Dubai (DXB), Istanbul (IST), Jeddah (JED), serta Madinah (MED).

Pembatalan ini mencakup sejumlah maskapai besar yang melayani rute vital ke Timur Tengah:

  • Rute Abu Dhabi (AUH): Tiga penerbangan Etihad Airways (EY474 – Kedatangan, EY472 – Kedatangan, EY473 – Keberangkatan) dibatalkan.
  • Rute Doha (DOH): Enam penerbangan Qatar Airways (QR958 – Kedatangan, QR956 – Kedatangan, QR955 – Keberangkatan, QR959 – Keberangkatan, QR957 – Keberangkatan) dan satu penerbangan Garuda Indonesia (GA901 – Kedatangan) turut mengalami pembatalan.
  • Rute Dubai (DXB): Empat penerbangan Emirates (EK356 – Kedatangan, EK358 – Kedatangan, EK359 – Keberangkatan, EK357 – Keberangkatan) juga terpaksa dibatalkan.
  • Rute Jeddah (JED): Dua penerbangan Saudia Airlines (SV822 – Kedatangan, SV823 – Keberangkatan) dibatalkan.
  • Rute Madinah (MED): Dua penerbangan Saudia Airlines (SV820 – Kedatangan, SV821 – Keberangkatan) juga tidak dapat beroperasi.

Meski demikian, Fahmi juga mencatat bahwa tidak semua penerbangan ke Timur Tengah terhenti. Hingga saat ini, satu penerbangan Saudia Airlines SV827 telah berhasil berangkat menuju Jeddah. Selain itu, tiga penerbangan lainnya telah mendarat dengan selamat di Soekarno-Hatta, yakni Lion Air JT115 dari Jeddah, Saudia Airlines SV816 dari Jeddah, dan Garuda Indonesia GA969 dari Madinah.

"Secara umum, operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta tetap berjalan aman, tertib, dan kondusif," tegas Fahmi. Ia menambahkan, penyesuaian jadwal yang terjadi merupakan tindak lanjut atas perkembangan situasi operasional yang dinamis pada rute Timur Tengah.

Penanganan terhadap ratusan calon penumpang yang terdampak dilakukan melalui koordinasi intensif bersama sejumlah instansi terkait, khususnya dengan maskapai penerbangan untuk pembaruan jadwal dan penanganan di bandara. Koordinasi juga dilakukan dengan AirNav Indonesia untuk memantau kondisi ruang udara yang terdampak, serta dengan unsur aparatur keamanan guna mengantisipasi dan memastikan situasi keamanan bandara tetap terjaga.

Pihak bandara mengimbau kepada para calon penumpang untuk senantiasa memantau informasi terbaru melalui kanal resmi masing-masing maskapai dan memastikan kembali status penerbangan sebelum menuju bandara. Selain itu, informasi juga dapat diperoleh melalui layanan Contact Center Bandara Soekarno-Hatta di nomor 172 guna mendapatkan pembaruan terkini terkait situasi penerbangan.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *