faseberita.id – Pasar modal Indonesia diproyeksikan masih memiliki prospek yang menjanjikan dalam jangka menengah hingga panjang bagi para investor. Penegasan ini disampaikan oleh Pejabat sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, dalam konferensi pers yang digelar di Bursa Efek Indonesia pada Senin, 9 Februari 2026.
Menurut Hasan, optimisme terhadap pasar modal domestik ini didukung oleh fondasi ekonomi nasional yang tetap terjaga stabilitasnya, serta basis investor yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. "Kami berharap ke depan, kondisi fundamental perusahaan-perusahaan tercatat dan emiten akan tetap positif dari waktu ke waktu," ujar Hasan, menyoroti pentingnya kinerja korporasi.

Meskipun demikian, Hasan tidak menampik adanya dinamika pasar yang terjadi pada pekan pertama Februari. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami pelemahan sebesar 4,73 persen secara month-to-date dan 8,23 persen secara year-to-date. Selain itu, investor asing juga membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp 1,14 triliun secara month-to-date dan mencapai Rp 11,02 triliun secara year-to-date.
Namun, di tengah fluktuasi tersebut, Hasan menggarisbawahi bahwa nilai perdagangan di pasar saham tetap tinggi. Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) tercatat mencapai Rp 32,88 triliun secara year-to-date, menunjukkan aktivitas transaksi yang solid.
Lebih lanjut, Hasan juga mengungkapkan tren positif di industri pengelolaan investasi. Asset Under Management (AUM) per 5 Februari 2026 tercatat sebesar Rp 722,21 triliun, angka ini menunjukkan pertumbuhan 2,98 persen secara month-to-date dan 6,94 persen secara year-to-date.
"Perkembangan yang baik di industri pengelolaan investasi ini setidaknya mengindikasikan bahwa investor reksadana tetap aktif melakukan subscription atau pembelian di tengah dinamika pergerakan pasar keuangan di dalam negeri," jelas Hasan, menunjukkan kepercayaan investor terhadap produk investasi kolektif.
Menyikapi kondisi pasar yang dinamis, Hasan mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para investor, untuk senantiasa bersikap tenang, rasional, dan tidak reaktif dalam setiap pengambilan keputusan investasi. Pendekatan yang bijak dan berdasarkan analisis fundamental diharapkan dapat membantu investor menghadapi volatilitas pasar dengan lebih baik.







