faseberita.id, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa investasi dana pensiun dan asuransi tidak hanya terpaku pada instrumen saham. Ia memastikan adanya beragam produk investasi lain yang akan menjadi wadah bagi pengelolaan aset-aset tersebut, di tengah rencana pemerintah untuk mengerek porsi investasi ke pasar modal.
"Di saham iya, di obligasi bisa juga. Namun, meski ia mengaku lupa detail batasannya, namun diyakini berbeda untuk setiap instrumen," ujar Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Pernyataan ini menguatkan komitmen pemerintah untuk menaikkan porsi investasi dana pensiun dan asuransi ke saham, dari semula 8 persen menjadi 20 persen. Sebelumnya, Purbaya juga sempat menyebutkan bahwa penempatan dana akan difokuskan pada saham-saham yang masuk kategori LQ45.
Purbaya berencana mengonfirmasi ulang kepada para pengelola aset tersebut mengenai potensi peningkatan alokasi investasi ke saham. "Karena prospek manajemen di bursa akan semakin baik ke depannya," imbuhnya.
Langkah ini turut melengkapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Airlangga pada Jumat, 30 Januari 2026, sebelumnya menyatakan bahwa kenaikan batas investasi ini sejalan dengan praktik terbaik negara-negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), menempatkan Indonesia lebih dekat pada standar global.
Kebijakan ini juga merupakan respons terhadap sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang sebelumnya mempersoalkan isu free float atau porsi saham yang beredar bebas di publik, serta minimnya transparansi kepemilikan. Untuk mengatasi potensi benturan kepentingan antara pengurus dan anggota bursa, proses demutualisasi terhadap PT Bursa Efek Indonesia (BEI) juga akan digulirkan.
"Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI diharapkan segera menerbitkan regulasi yang menaikkan batas free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen," terang Airlangga. Dengan diversifikasi investasi dan peningkatan transparansi, pemerintah berharap dana pensiun dan asuransi dapat tumbuh lebih optimal dan berkelanjutan.







