Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) optimis ruas Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 dan ruas Prambanan-Purwomartani pada Tol Solo-Yogyakarta dapat menjadi solusi kemacetan saat arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pembukaan fungsional ruas tol ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di tol dan jalan arteri.
"Dengan difungsionalkan ruas tol ini akan sangat membantu masyarakat yang akan bepergian selama arus mudik dan arus balik Lebaran," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, saat meninjau kedua ruas tol tersebut, seperti dikutip faseberita.id dari Antara, Sabtu (24/01/2026).

Aan menjelaskan, Tol Solo-Semarang saat ini sudah sangat padat. Dengan difungsionalkannya dua ruas tol ini, masyarakat yang akan bepergian ke Magelang, Temanggung, atau dari Solo ke Yogyakarta akan memiliki alternatif jalur.
Kemenhub juga menekankan pentingnya aspek keselamatan sebelum kedua ruas tol tersebut difungsionalkan. Rambu yang jelas, pengaturan lalu lintas yang matang, dan penerangan yang memadai menjadi perhatian utama.
"Artinya, unsur keselamatan yang utama dan kita tidak akan mengoperasionalkan secara fungsional kalau standar minimal keselamatan jalannya tidak terpenuhi," tegas Aan.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk., Rivan Achmad Purwanto, menambahkan bahwa progres proyek Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 sudah mencapai 90 persen, sementara Tol Solo-Yogyakarta ruas Prambanan-Purwomartani sudah mencapai 95 persen.
"Kami memastikan ruas dari Bawen sampai Ambarawa siap digunakan fungsional saat Lebaran, dan pengerjaannya sudah 90 persen. Kemudian di Lebaran kali ini dibuka juga seksi baru Tol Solo-Yogyakarta yaitu ruas Prambanan ke Purwomartani dengan panjang sekitar 20 kilometer dan diperkirakan mampu mengurai kepadatan dari Prambanan sampai Kalasan," kata Rivan.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menyatakan pihaknya akan mempersiapkan skenario rekayasa lalu lintas di exit tol sebagai antisipasi jika terjadi kepadatan arus.







