News  

MBG: Jawa-Sumatera Mendominasi, Program Tak Tepat Sasaran?

admin
MBG: Jawa-Sumatera Mendominasi, Program Tak Tepat Sasaran?

Jakarta, faseberita.id – Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) menyoroti ketidaktepatan sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terpusat di Jawa dan Sumatera. Program universal ini dinilai lebih menguntungkan wilayah padat penduduk yang relatif tak bermasalah gizi.

Menurut laporan IDEAS (23/01/2026), dua pertiga penerima manfaat MBG terkonsentrasi di Jawa dan Sumatera, terutama wilayah aglomerasi. Padahal, daerah-daerah ini memiliki tingkat konsumsi protein hewani yang relatif tinggi.

MBG: Jawa-Sumatera Mendominasi, Program Tak Tepat Sasaran?
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

"Desain MBG sebagai program universal lebih mencerminkan kepentingan politik dan elektoral," ujar peneliti IDEAS, Yusuf Wibisono.

IDEAS menilai daerah dengan konsumsi pangan bergizi rendah seperti Yahukimo dan Sumba Barat Daya justru lebih membutuhkan intervensi. Namun, wilayah ini hanya menerima porsi kecil dari program MBG.

IDEAS mengusulkan perombakan desain MBG menjadi program bertarget berbasis wilayah. Sentralisasi pelaksanaan program dinilai menyebabkan tingginya biaya dan rendahnya manfaat bagi anak-anak. Hanya 63% anggaran MBG yang benar-benar menjadi makanan.

Dari anggaran Rp 267,4 triliun, Rp 85,2 triliun habis untuk operasional dan sewa peralatan. Biaya program mencapai 37%, jauh di atas standar nirlaba (15-20%). Nilai makanan yang diterima siswa sering di bawah Rp 10 ribu per porsi.

IDEAS merekomendasikan desentralisasi pelaksanaan MBG dengan melibatkan sekolah, komite sekolah, dan orang tua, di bawah pengawasan pemerintah daerah. Skema ini dinilai dapat menekan biaya, mendorong pangan lokal, dan meningkatkan kualitas gizi makanan.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *