News  

Nestapa Warga Bengawan Njero: 16 Hari Terjebak Banjir, Aktivitas Lumpuh Total!

admin

Kondisi memprihatinkan menyelimuti warga yang tinggal di kawasan dataran rendah Bengawan Njero, Lamongan. Hingga hari ini, Minggu (4/1/2026), tercatat sudah 16 hari warga bertahan hidup di tengah kepungan banjir yang tak kunjung surut.

Curah hujan yang masih tinggi serta buruknya drainase membuat air yang merendam permukiman dan lahan pertanian warga seolah “awet”. Nestapa ini melanda beberapa desa di wilayah Kecamatan Turi, Kalitengah, Karangbinangun, hingga Glagah.

Aktivitas Warga Lumpuh Total Dua pekan lebih terendam air membuat roda ekonomi warga lumpuh. Sawah tambak yang menjadi gantungan hidup masyarakat dipastikan gagal panen akibat luapan air. Tak hanya itu, akses jalan antardesa kini hanya bisa ditempuh menggunakan perahu atau rakit bambu buatan warga.

“Sudah 16 hari kami begini. Masuk rumah airnya semata kaki, di jalan bisa sedada. Mau kerja tidak bisa, mau keluar beli kebutuhan juga susah,” keluh salah satu warga terdampak dengan nada lesu.

Kesehatan Mulai Terancam Selain kerugian materiil, ancaman kesehatan kini mulai menghantui. Akibat terlalu lama bersentuhan dengan air kotor, banyak warga, terutama lansia dan anak-anak, mulai mengeluhkan gatal-gatal (kutu air), demam, hingga diare. Pasokan air bersih untuk keperluan mandi dan mencuci pun semakin sulit didapatkan.

Harapan pada Pemerintah Warga berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah, tidak hanya sekadar pemberian bantuan sembako, tetapi juga solusi jangka panjang seperti normalisasi sungai dan optimalisasi pompa air di titik-titik krusial.

“Kami butuh air segera dibuang ke sungai besar. Kalau begini terus, kami tidak tahu sampai kapan bisa bertahan,” tambahnya, Dikutip Dari Garengongko.

Imbauan bagi Pembaca: Redaksi menghimbau bagi warga di luar wilayah terdampak di Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban untuk saling bahu-membahu menyalurkan bantuan, baik berupa logistik makanan, obat-obatan, maupun air bersih. Mari kita doakan agar bencana ini segera berlalu dan warga Bengawan Njero dapat beraktivitas normal kembali.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *