Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah gencar menyoroti serangkaian kasus dugaan korupsi besar yang melibatkan korporasi raksasa hingga pejabat tinggi negara. Total kerugian negara yang berpotensi timbul dari kasus-kasus ini mencapai ratusan triliun rupiah.
Korps Adhyaksa belakangan ini membongkar sejumlah perkara dengan nilai kerugian yang fantastis. Mulai dari kasus izin timah, ekspor CPO, tata kelola minyak Pertamina, hingga yang terbaru pengadaan laptop Chromebook oleh Kemendikbudristek. Berikut ini adalah rangkuman beberapa kasus korupsi besar yang sedang ditangani Kejagung, dirangkum oleh faseberita.id:

-
Korupsi Minyak PT Pertamina: Kejagung membidik dugaan korupsi dalam tata kelola minyak dan produk di lingkungan PT Pertamina Sub Holding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018-2023. Tujuh tersangka telah ditetapkan, terdiri dari empat pegawai Pertamina dan tiga pihak swasta. Penyidik menemukan adanya manipulasi dalam pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM), termasuk pembelian BBM beroktan 92 yang kemudian diterima dalam kualitas Ron 90 ke bawah, serta mark-up harga angkut kilang sebesar 13-15 persen. Total kerugian negara diperkirakan mencapai Rp193,7 triliun.
-
Kasus CPO Wilmar Group: Dalam kasus korupsi persetujuan ekspor Crude Palm Oil (CPO) periode 2021-2022, Kejagung menyita Rp11,8 triliun dari lima anak usaha Wilmar Group. Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara korupsi minyak goreng sebelumnya. Kerugian negara ditaksir mencapai Rp6 triliun, dan kerugian perekonomian negara Rp12,3 triliun.
-
Kasus Duta Palma Group: Kasus korupsi PT Duta Palma Group merupakan pengembangan dari perkara yang melibatkan terpidana Surya Darmadi. Kejagung telah menetapkan tujuh korporasi sebagai tersangka atas korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam pemanfaatan kawasan hutan untuk perkebunan kelapa sawit di Indragiri Hulu. Kejagung telah menyita total Rp6,8 triliun dari kasus ini.
Kejagung terus berupaya menuntaskan kasus-kasus korupsi besar ini demi memulihkan kerugian negara dan memberikan efek jera bagi para pelaku.








Respon (1)