News  

Saham Paling Cuan Saat IHSG Terjun Bebas

admin
Saham Paling Cuan Saat IHSG Terjun Bebas

faseberita.id – Kondisi pasar modal Indonesia tengah menghadapi ujian berat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan mengalami tekanan hebat sepanjang tahun 2026, bahkan mencatatkan penurunan yang cukup signifikan pada bulan Oktober. Namun, di balik fenomena "darah-darah" yang menyelimuti bursa, terdapat sejumlah emiten yang justru tampil sebagai pahlawan dengan mencatatkan pertumbuhan keuntungan yang luar biasa.

Berdasarkan data statistik terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI) per Senin (2/11/2026), pasar modal Indonesia sedang berada dalam fase yang cukup menantang. Pada bulan Oktober 2026 saja, IHSG merosot tajam sebesar 16,70 persen. Angka ini bukan sekadar penurunan biasa, melainkan merupakan performa bulanan terburuk jika dibandingkan dengan catatan historis dalam sepuluh tahun terakhir.

Saham Paling Cuan Saat IHSG Terjun Bebas
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sebagai perbandingan, pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020, indeks justru menunjukkan ketahanan yang luar biasa dengan mencatatkan penguatan sebesar 5,30 persen pada bulan Oktober. Kontrasnya situasi saat ini menunjukkan bahwa sentimen pasar sedang berada di titik terendah.

Penyebab utama dari merosotnya indeks ini diduga kuat berkaitan dengan isu klasifikasi pasar modal. Morgan Stanley Capital International (MSCI) tengah melakukan konsultasi publik terkait rencana perubahan status pasar modal Indonesia. Rencananya, Indonesia akan diubah klasifikasinya dari emerging market menjadi standalone market. Keputusan final terkait perubahan status ini dijadwalkan akan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027. Ketidakpastian mengenai transisi ini memicu kekhawatiran di kalangan investor global.

Meski IHSG sedang dalam tren melemah, sejumlah saham justru menunjukkan performa yang sangat kontras. Emiten properti komersial, PT Surya Permata Andalan Tbk. (NATO), menjadi bintang utama dengan mencatatkan lonjakan pertumbuhan fantastis mencapai 216,46 persen. Walaupun demikian, kontribusi saham ini terhadap pergerakan IHSG tercatat sebesar 6,97 persen.

Menyusul di posisi kedua, terdapat PT Bintang Oto Global Tbk. (BOGA) yang berhasil membukukan pertumbuhan sebesar 75,34 persen secara year-to-date (Ytd) dengan kontribusi terhadap indeks sebesar 5,13 persen. Sementara itu, sektor pertambangan tetap menjadi primadona. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) mencatatkan penguatan sebesar 64,52 persen, yang secara signifikan memberikan kontribusi besar terhadap indeks sebesar 15,16 persen.

Selain nama-nama di atas, beberapa emiten lain yang juga menunjukkan performa positif di tengah badai pasar meliputi PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA), PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), PT AlamTri Resources Indonesia Tbk. (ADRO), dan PT Bank Mega Tbk. (MEGA). Tak ketinggalan, PT Capital Financial Indonesia Tbk. (CASA) serta PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) juga masuk dalam jajaran saham yang mampu bertahan dan mencetak pertumbuhan di tengah fluktuasi pasar yang ekstrem.

Fenomena ini memberikan pelajaran berharga bagi para investor bahwa di tengah kondisi pasar yang memerah, selalu ada peluang pada sektor-sektor tertentu yang memiliki fundamental kuat atau sedang berada dalam momentum pertumbuhan yang tepat.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *