faseberita.id – Performa gemilang berhasil ditunjukkan oleh raksasa pertambangan milik negara, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Berdasarkan laporan keuangan terbaru, emiten tambang plat merah ini mencatatkan lonjakan laba bersih yang sangat signifikan pada kuartal III tahun ini. Perusahaan berhasil membukukan laba sebesar Rp9,6 triliun, sebuah angka yang melambangkan pertumbuhan sebesar 46% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang berada di angka Rp6,61 triliun.
Berdasarkan data keterbukaan informasi yang dirilis melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), pertumbuhan positif ini tidak hanya terjadi pada satu lini saja, melainkan merambah ke hampir seluruh aspek profitabilitas perusahaan. Kenaikan pendapatan bersih menjadi motor utama, di mana ANTAM berhasil mengantongi Rp88,48 triliun sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Angka ini tumbuh 23% dibandingkan capaian Rp72,03 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Menariknya, pasar domestik tetap menjadi tulang punggung utama bagi operasional perusahaan. Kontribusi pasar dalam negeri mencapai Rp83,86 triliun atau setara dengan 95% dari total seluruh penjualan bersih, yang menunjukkan dominasi kuat ANTAM di pasar lokal dengan kenaikan sebesar 21% secara tahunan.
Keberhasilan ini juga terlihat dari peningkatan laba kotor yang naik 42% menjadi Rp15,56 triliun. Sementara itu, laba usaha perusahaan melonjak tajam sebesar 53% menjadi Rp12,05 triliun. Jika menilik pada EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi), perusahaan mencatat angka Rp13,48 triliun, naik 45% dari tahun sebelumnya.
Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menyatakan bahwa pencapaian luar biasa ini merupakan bukti ketangguhan perusahaan dalam menjaga momentum pertumbuhan di tengah kondisi industri pertambangan yang dinamis. Menurutnya, perusahaan terus fokus memperkuat fundamental bisnis melalui optimalisasi operasional, penguatan strategi komersial, serta pengembangan portofolio usaha yang lebih luas.
Jika membedah kontribusi produk, emas tetap menjadi primadona utama dengan menyumbang 77% terhadap total penjualan. Penjualan emas mengalami kenaikan 17% menjadi Rp68,41 triliun. Selain emas, segmen nikel juga menunjukkan taringnya dengan kontribusi 19% terhadap total penjualan, di mana pendapatan dari segmen ini melonjak 52% menjadi Rp16,98 triliun. Sementara itu, segmen bauksit dan alumina memberikan kontribusi sebesar 3% dengan nilai Rp2,64 triliun.
Dari sisi kesehatan finansial, posisi neraca ANTAM semakin kokoh. Total aset perusahaan telah menyentuh angka Rp59,74 triliun, naik 24% dari tahun lalu. Ekuitas perusahaan juga tumbuh 17% menjadi Rp41,22 triliun. Dengan posisi kas dan setara kas yang mencapai Rp10,54 triliun, ANTAM berada dalam posisi likuiditas yang sangat kuat untuk mendukung ekspansi bisnis di masa mendatang.







