faseberita.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kesiapannya untuk mengikuti setiap keputusan Presiden Prabowo Subianto terkait rencana efisiensi program Makan Bergizi Gratis MBG. Meskipun kabar penyesuaian anggaran telah beredar luas Purbaya belum merinci seberapa besar dana yang akan direvisi dari skema program unggulan ini. Ia hanya menegaskan bahwa pihaknya akan patuh pada arahan final Presiden.
Isu optimalisasi anggaran program yang menelan biaya triliunan rupiah ini kembali mengemuka setelah Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang menghadap Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan. Usai pertemuan Nanik menyampaikan kabar gembira mengenai rencana efisiensi tersebut. Menurutnya langkah ini akan membawa dampak positif dengan mengurangi beban anggaran.

Setelah diskusi singkat selama 30 menit Nanik mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menyambut baik gagasan efisiensi ini. Salah satu strategi yang akan diterapkan adalah penyesuaian target penerima manfaat MBG. Evaluasi akan dilakukan terhadap anak-anak dari keluarga yang dianggap mampu guna memastikan program tepat sasaran.
Senada dengan itu Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga mengisyaratkan adanya potensi pengurangan kebutuhan anggaran untuk MBG. Namun ia menekankan bahwa ini bukan merupakan pemotongan alokasi dana secara langsung melainkan hasil perhitungan ulang yang menunjukkan adanya kebutuhan dana yang lebih efisien.
Pemerintah sebelumnya telah mengalokasikan Rp 335 triliun untuk program prioritas Presiden Prabowo ini namun angka tersebut kini direvisi menjadi Rp 268 triliun. Kementerian Keuangan melaporkan bahwa hingga akhir Mei 2026 penyerapan anggaran untuk MBG telah mencapai Rp 8815 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 175 persen dibandingkan realisasi bulan sebelumnya yang tercatat Rp 75 triliun.
Program makan bergizi gratis ini per akhir Mei 2026 telah menjangkau sekitar 6313 juta penerima. Rinciannya meliputi 489 juta siswa dan 143 juta non-siswa. Jumlah ini sedikit bertambah dari bulan April yang mencapai 62 juta penerima. Sementara itu jumlah dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG yang beroperasi hingga akhir Mei tercatat sebanyak 29670 unit.







