faseberita.id – PT Sumber Mas Konstruksi Tbk. (SMKM) secara resmi mengumumkan langkah strategis terbaru terkait rencana ekspansi internasional mereka. Perusahaan konstruksi ini memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu proses akuisisi terhadap dua perusahaan asal Singapura, yakni PanAsia Aquaculture Pte. Ltd. (PAA) dan LSO Organization Holdings Pte. Ltd. (LOH).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari rangkaian transaksi besar yang sebelumnya telah diikat melalui perjanjian jual beli saham bersyarat atau Conditional Share Purchase Agreement (CSPA). Melalui aksi korporasi ini, SMKM menargetkan untuk memegang kendali penuh atas operasional grup perusahaan PAA dan LOH dengan kepemilikan saham berkisar antara 75 persen hingga 100 persen.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen SMKM menjelaskan bahwa penundaan ini bukan tanpa alasan. Untuk kasus PAA, terdapat proses restrukturisasi internal yang sangat krusial guna menata ulang seluruh lini bisnis di bawah kendali kepemilikan baru. Saat ini, entitas-entitas yang akan direstrukturisasi tersebut tengah menjalani proses audit mendalam serta penilaian oleh pihak independen.
Hasil dari audit dan penilaian tersebut nantinya akan menjadi fondasi utama dalam penyusunan studi kelayakan (feasibility study) serta laporan pendapat kewajaran (fairness opinion). Dokumen-dokumen inilah yang akan menjadi syarat mutlak sebelum perusahaan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) guna meresmikan transaksi tersebut.
Menariknya, alasan di balik perlunya waktu tambahan ini justru berkaitan dengan pertumbuhan bisnis PAA yang sangat pesat. PAA dilaporkan tengah melakukan berbagai ekspansi agresif, mulai dari akuisisi aset baru di Indonesia, rencana pengembangan fasilitas pertanian dan akuakultur terintegrasi di Semenanjung Malaysia, hingga ekspansi tambak udang di Malaysia Timur. Tak hanya itu, proyek baru di kawasan Pasifik juga tengah disiapkan.
Manajemen SMKM menilai bahwa dinamika bisnis yang berkembang ini justru menjadi sinyal positif. Alih-alih menghambat, pertumbuhan aset dan perluasan wilayah operasional PAA dipandang akan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi SMKM dan para pemegang sahamnya di masa depan. Oleh karena itu, perusahaan menyetujui perpanjangan batas waktu akhir (long stop date) hingga 30 Juni 2027, dengan target penyelesaian akuisisi PAA paling lambat pada 31 Maret 2027.
Sementara itu, untuk akuisisi LOH, kendala utama terletak pada penyelesaian audit keuangan dan penilaian independen. Meskipun audit untuk tahun buku 2025 telah rampung, entitas di bawah LOH seperti Lim Shrimp Organization Limited (LSO BVI) dan anak perusahaan lainnya masih harus menyelesaikan audit hingga periode cut-off tahun 2026 agar data keuangan yang diserahkan benar-benar akurat dan sesuai standar.
Sebagai tambahan informasi, kekuatan aset PAA juga semakin diperkuat dengan keberhasilan akuisisi Ark Abundance Pte. Ltd. (AAPL) pada pertengahan tahun 2026. Melalui AAPL, PAA kini menguasai 75 persen saham sebuah perusahaan penanaman modal asing (PMA) di Indonesia yang memiliki lahan tambak udang seluas lebih dari 68 hektare. Langkah pengembangan lahan intensif di Indonesia ini diharapkan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi grup perusahaan SMKM setelah proses akuisisi selesai sepenuhnya.







