faseberita.id – Di tengah gempuran fluktuasi daya beli masyarakat dan lonjakan suku bunga yang menantang, industri multifinance dituntut untuk cerdik berstrategi. Direktur Bisnis KB Bukopin Finance, Fajar Satritama, membeberkan resep jitu perusahaan pembiayaan dalam menekan risiko korporasi sekaligus menggenjot profitabilitas. Kuncinya terletak pada penyeimbangan penyaluran kredit antara sektor produktif dan konsumtif.
Tahun-tahun mendatang diprediksi tidak mudah. Daya beli yang bergejolak dan tingginya biaya dana menjadi hambatan serius bagi laju pertumbuhan bisnis multifinance. Oleh karena itu, perusahaan pembiayaan kini mengalihkan fokusnya ke sektor-sektor yang masih menjanjikan prospek cerah. Salah satu primadona baru adalah segmen kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat, yang dipercaya memiliki potensi pertumbuhan signifikan.

Lantas, bagaimana strategi konkret multifinance dalam menghadapi tantangan hingga tahun 2026? Penjelasan mendalam mengenai arah kebijakan dan langkah antisipasi ini diulas tuntas dalam dialog eksklusif. Saksikan wawancara Shania Alatas bersama Direktur Bisnis KB Bukopin Finance, Fajar Satritama, di program Power Lunch, CNBC pada Kamis 3 September 2026.







