faseberita.id – Bank Indonesia BI kembali membuat gebrakan signifikan di pasar keuangan nasional. Lembaga moneter tersebut sukses menyerap dana fantastis senilai Rp24 triliun melalui lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia SRBI yang baru saja rampung pada Jumat 28 Agustus 2026.
Angka penyerapan ini bukan sekadar nominal biasa. Pencapaian tersebut menandai rekor tertinggi sepanjang bulan ini jauh melampaui hasil lelang sebelumnya yang hanya Rp7 triliun pada 7 Agustus dan Rp20 triliun pada 14 Agustus. Ini menunjukkan betapa kuatnya daya tarik instrumen SRBI di mata investor.

Erwin Gunawan Hutapea Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia menjelaskan bahwa BI berhasil memenangkan penawaran senilai Rp24 triliun dari total penawaran yang membanjiri lelang hingga Rp435 triliun. Angka ini mencerminkan tingginya minat pasar terhadap instrumen moneter yang ditawarkan BI.
Dampak dari lelang ini langsung terasa di pasar. Rata-rata tertimbang imbal hasil yield SRBI tenor 12 bulan yang berhasil dimenangkan BI anjlok drastis menjadi 7 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan lelang sebelumnya yang berada di level 737 persen.
Penurunan imbal hasil ini bukan kebetulan. Hal tersebut selaras dengan rata-rata yield yang ditawarkan oleh para peserta lelang yang juga mengalami koreksi signifikan dari 745 persen menjadi 708 persen.
Erwin menegaskan bahwa dinamika positif ini mencerminkan kondisi likuiditas pasar uang dan perbankan yang terus terjaga berkat pengelolaan instrumen moneter yang terukur oleh Bank Indonesia.
Ke depan Bank Indonesia berkomitmen penuh untuk terus mengoptimalkan berbagai instrumen moneternya termasuk SRBI. Langkah strategis ini bertujuan untuk memastikan kecukupan likuiditas menjaga stabilitas pasar uang dan nilai tukar Rupiah serta menarik lebih banyak investasi portofolio asing ke Indonesia demi penguatan ekonomi nasional.







