News  

Profit 60 Persen Setahun Ini Rahasia Jeniusnya

admin
Profit 60 Persen Setahun Ini Rahasia Jeniusnya

faseberita.id – Dunia investasi baru saja kehilangan salah satu maestro terbesarnya James "Jim" Simons seorang matematikawan brilian yang berhasil mengubah angka-angka rumit menjadi tumpukan kekayaan fantastis. Sosok di balik Renaissance Technologies ini membuktikan bahwa kecerdasan matematis bisa menjadi senjata paling ampuh untuk mendominasi pasar modal mencetak profit rata-rata 60 persen per tahun sebelum potongan biaya.

Simons yang berpulang pada 10 Mei 2024 di New York City pada usia 86 tahun meninggalkan jejak tak terhapuskan sebagai salah satu investor paling sukses di jagat raya. Dari seorang pengajar dan ahli matematika ia membangun kerajaan investasi kuantitatif yang mengumpulkan puluhan miliar dolar AS. Pendekatan berbasis algoritma dan statistik yang ia terapkan telah merevolusi cara kerja Wall Street.

Profit 60 Persen Setahun Ini Rahasia Jeniusnya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Renaissance Technologies sebuah firma manajemen investasi yang didirikan Simons dikenal sebagai raksasa "quant" yang mengandalkan model matematika canggih. Salah satu produk investasinya yang paling legendaris adalah Medallion Fund. Antara tahun 1988 hingga 2018 Medallion Fund berhasil meraup keuntungan lebih dari 100 miliar dolar AS dengan pengembalian tahunan rata-rata mencapai 66 persen sebelum dikurangi biaya operasional yang memang sangat tinggi. Bahkan setelah memperhitungkan biaya tersebut laba tahunannya masih di kisaran 39 persen sebuah angka yang mengungguli performa para investor kaliber dunia seperti Warren Buffett George Soros dan Peter Lynch pada periode yang sama. Namun sayangnya Medallion Fund kini hanya terbuka untuk Simons dan rekan-rekannya tidak lagi dapat diakses oleh publik umum.

Perjalanan Jim Simons dari seorang profesor matematika menjadi hartawan kelas dunia memang mematahkan banyak anggapan. Dengan kekayaan mencapai 307 miliar dolar AS atau setara Rp482 triliun ia membuktikan bahwa profesi dosen pun bisa mengantarkan seseorang ke puncak kemakmuran. Sejak muda Simons sudah jatuh cinta pada matematika meraih gelar doktor dari University of California Berkeley di usia 23 tahun.

Kecintaannya pada angka-angka berlanjut ke kariernya termasuk mengajar di Harvard University dan sempat membantu Kementerian Pertahanan AS sebagai pemecah kode matematis. Namun ada satu hal yang terus mengganjal kebutuhan akan lebih banyak uang. Dalam bukunya The Man Who Solved the Market Simons menceritakan bagaimana ia berulang kali mencari cara untuk menambah pundi-pundi.

Dorongan finansial ini membawanya mendirikan iStar sebuah perusahaan yang memanfaatkan kemampuan matematikanya untuk menganalisis dan menghitung peluang perdagangan di bursa saham. Keberhasilan iStar menjadi cikal bakal ide bisnisnya di sektor investasi. Pada tahun 1982 ia mendirikan Renaissance Technologies. Di sinilah Simons mengumpulkan para ahli matematika fisika dan ilmu komputer terbaik dunia. Mereka diberi tugas mulia menciptakan model perdagangan canggih menganalisis data pasar dan memprediksi dinamika pergerakan harga saham.

Menurut Wall Street Journal pendekatan ilmiah Simons yang memperlakukan perusahaannya layaknya sebuah laboratorium menjadi pembeda utama dari para pesaingnya. Kolaborasi dan pertukaran ide menjadi kunci untuk mencapai hasil optimal. Hasilnya tak main-main keuntungan melimpah bagi para investornya dan lonjakan kekayaan bagi Simons sendiri. Forbes bahkan pernah menempatkannya di posisi ke-51 dalam daftar orang terkaya dunia.

Hingga kini Renaissance Technologies tetap beroperasi dengan tim ilmuwan yang terus membaca dan menganalisis pergerakan pasar modal. Setelah pensiun Jim Simons juga aktif dalam kegiatan filantropi di Amerika Serikat menyumbangkan sebagian besar hartanya untuk berbagai kepentingan publik dan kemanusiaan.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *