faseberita.id – Sebuah klaim mengejutkan datang dari Presiden Prabowo Subianto yang menyebut negara berhasil menghemat puluhan triliun rupiah. Angka fantastis Rp 50 triliun ini disebut-sebut sebagai hasil dari langkah strategis pemerintah dalam merampingkan ratusan Badan Usaha Milik Negara BUMN. Penghematan ini terwujud setelah 250 BUMN ditutup digabung atau dikonsolidasi hingga akhir Juli 2026.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kepala Negara dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta pada Senin 20 Juni 2026. Prabowo menjelaskan bahwa efisiensi besar ini berasal dari pemangkasan biaya rutin atau overhead cost. Bayangkan saja negara tidak perlu lagi mengeluarkan dana untuk gaji direksi komisaris sewa gedung listrik dan berbagai pengeluaran operasional lainnya dari 250 perusahaan pelat merah tersebut.

Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa ketika ia pertama kali menerima laporan jumlah BUMN mencapai 1.077 entitas. Ia bahkan menyoroti fenomena anak cucu hingga cicit perusahaan yang tumbuh dari BUMN induk. Namun dengan bangga ia memuji kinerja Danantara yang dalam 18 bulan pertama kepemimpinannya berhasil merampingkan angka tersebut. "Dari 1.077 BUMN kini 250 di antaranya telah ditutup digabung atau dikonsolidasi pada akhir Juli ini" jelasnya mengutip laporan Danantara.
Dari laporan yang diterima Prabowo dari Danantara terungkap bahwa biaya rutin yang berhasil diselamatkan dari 250 BUMN tersebut mencapai Rp 50 triliun. "Lima puluh triliun itu untuk gaji direksi gaji komisaris sewa gedung bayar listrik bayar transportasi dan biaya rapat kerja" tegas Prabowo menggambarkan betapa signifikannya penghematan ini.
Tak berhenti di situ Prabowo menargetkan pengurangan lebih lanjut. Ia berharap pada akhir tahun 2026 jumlah BUMN yang tersisa tidak lebih dari 350 entitas dari total awal 1.077. Target ambisius ini disanggupi oleh Danantara.
Jika target tersebut tercapai Prabowo optimistis penghematan uang negara bisa melonjak mendekati Rp 70 triliun bahkan Rp 80 triliun. Ia meyakini langkah ini akan menjadi salah satu prestasi bersejarah bagi bangsa Indonesia. "Ini adalah kali pertama dalam sejarah kita berhasil membangun dana kedaulatan yang kita sebut Danantara" ungkapnya penuh keyakinan.
Danantara sendiri merupakan akronim dari Daya Anagata Nusantara. Prabowo menjelaskan bahwa "Daya" berarti energi "Anagata" masa depan dan "Nusantara" adalah Tanah Air kita. Jadi Danantara adalah sebuah dana kedaulatan tempat tabungan kekayaan dan aset-aset negara disatukan dikonsolidasi serta dikelola secara rapi. Dana ini diharapkan menjadi cadangan energi vital untuk masa depan Indonesia bagi generasi anak cucu dan cicit.

