JAKARTA, faseberita.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali menunjukkan komitmennya dalam pembiayaan negara dengan menargetkan perolehan dana sebesar Rp 36 triliun dari lelang Surat Utang Negara (SUN) yang akan diselenggarakan pada Selasa, 31 Maret 2026. Lelang ini akan menawarkan sembilan seri SUN, dengan tingkat kupon menarik hingga 7,125 persen dan nominal per unit Rp 1 juta.
Langkah ini menyusul keberhasilan lelang SUN sebelumnya pada 3 Maret 2026, di mana penawaran yang masuk mencapai Rp 50,94 triliun, jauh melampaui target awal Rp 33 triliun. Dari penawaran tersebut, pemerintah berhasil memenangkan Rp 34,1 triliun. Lelang SUN dalam mata uang rupiah ini merupakan instrumen krusial untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, seperti dikutip faseberita.id pada Minggu (29/3/2026), menegaskan bahwa pemerintah memiliki fleksibilitas untuk memenangkan penawaran lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditetapkan. Bahkan, pemerintah berhak memenangkan hingga 150 persen dari target indikatif Rp 36 triliun, menunjukkan potensi penyerapan dana yang lebih besar jika kondisi pasar mendukung.
Adapun sembilan seri SUN yang akan ditawarkan dalam lelang tersebut meliputi: SPN01260502 (New Issuance), SPN12260702 (Reopening), SPN12270401 (New Issuance), FR0109 (Reopening), FR0108 (Reopening), FR0106 (Reopening), FR0107 (Reopening), FR0102 (Reopening), dan FR0105 (Reopening).
Penerbitan obligasi pemerintah ini tidak hanya sekadar bagian dari pembiayaan anggaran, melainkan juga berperan vital dalam menalangi defisit APBN tahun ini yang diproyeksikan mencapai Rp 689,1 triliun. Merujuk pada Undang-Undang APBN Nomor 17 Tahun 2025 untuk tahun anggaran 2026, target pembiayaan utang pemerintah pada tahun ini ditetapkan sebesar Rp 832,2 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan target tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 775,9 triliun, menggarisbawahi kebutuhan pembiayaan yang terus bertumbuh.







