News  

Investor Asing Borong SBN RI Triliunan

admin
Investor Asing Borong SBN RI Triliunan

faseberita.id – Pasar keuangan global tengah didera ketidakpastian yang cukup tinggi akibat berbagai gejolak ekonomi di berbagai belahan dunia. Namun, di tengah situasi yang penuh volatilitas tersebut, instrumen Surat Berharga Negara (SBN) milik Indonesia justru menunjukkan performa yang sangat tangguh. Alih-alih menarik diri, investor asing atau nonresiden justru menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap stabilitas ekonomi domestik dengan melakukan aksi beli bersih yang signifikan.

Berdasarkan data terbaru, investor asing tercatat telah menyuntikkan dana sebesar Rp28,79 triliun melalui pembelian bersih SBN. Fenomena ini menjadi sinyal positif bagi pasar keuangan dalam negeri, mengingat aliran modal asing (capital inflow) seringkali menjadi indikator kepercayaan investor terhadap kesehatan ekonomi sebuah negara.

Investor Asing Borong SBN RI Triliunan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengungkapkan bahwa ketahanan SBN Indonesia di tengah badai ekonomi global merupakan bukti nyata dari resiliensi pasar keuangan nasional. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen utang negara Indonesia masih menjadi primadona dan dianggap sebagai aset yang aman bagi para investor internasional.

"SBN tetap resilien di tengah volatilitas pasar global. Investor nonresiden mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp28,79 triliun," ujar Suahasil dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Kuartal III-2026 yang digelar di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (3/10).

Selain derasnya aliran modal masuk, salah satu indikator penting yang menjadi sorotan adalah selisih imbal hasil atau spread antara Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun dengan US Treasury (UST). Saat ini, spread tersebut berada di level 183 basis poin (bps). Menariknya, angka ini menunjukkan penurunan tipis jika dibandingkan dengan posisi pada akhir tahun 2025.

Penyempitan spread ini merupakan indikator krusial bagi para investor global. Semakin kompetitif selisih imbal hasil antara SUN dan surat utang pemerintah Amerika Serikat, maka semakin menarik daya tarik aset surat utang Indonesia di mata dunia. Hal ini menjadi faktor kunci yang menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan arus modal masuk ke Indonesia.

Menanggapi dinamika ini, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap perkembangan pasar keuangan, baik di level domestik maupun global. Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga dan mampu menghadapi potensi guncangan ekonomi di masa mendatang.

Dengan masuknya modal asing yang masif, pemerintah berharap likuiditas di pasar keuangan dalam negeri tetap terjaga, yang pada akhirnya akan mendukung pembiayaan pembangunan negara melalui pengelolaan utang yang sehat dan berkelanjutan.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *