faseberita.id – Bursa saham Jakarta nyaris ambruk pada perdagangan Senin 14 September lalu namun berhasil bangkit secara dramatis. Indeks Harga Saham Gabungan IHSG sempat terperosok lebih dari 2 persen di awal sesi. Namun menjelang penutupan perdagangan IHSG mampu memangkas koreksi tajamnya hingga hanya tersisa 01 persen dan berakhir di level 6534.
Di sisi lain nilai tukar Rupiah justru tak mampu menahan tekanan. Mata uang Garuda itu terus melemah terhadap Dolar Amerika Serikat dan ditutup pada posisi Rp 17640 per Dolar AS. Kondisi pasar yang bergejolak ini tak lepas dari berbagai sentimen global yang memicu kekhawatiran pelaku pasar.

Apa saja faktor pemicu di balik pergerakan pasar yang mendebarkan ini? Analisis mendalam mengenai sentimen yang mempengaruhi investor di awal pekan tersebut dapat disimak dalam program Closing Bell faseberita.id. Para pakar ekonomi Shafinaz Nachiar dan Bunga Cinka mengupas tuntas dinamika pasar dalam siaran Jumat 14 September 2026.







