News  

IHSG Meroket Hari Ini Ada Apa di Balik Kenaikan

admin
IHSG Meroket Hari Ini Ada Apa di Balik Kenaikan

faseberita.id – Pasar modal Indonesia bersorak gembira pada penutupan perdagangan Rabu 23 September 2026. Indeks Harga Saham Gabungan IHSG tampil perkasa melaju kencang dan berhasil parkir di zona hijau mengakhiri hari dengan senyum lebar para investor. Kenaikan signifikan ini menjadi sorotan utama menandakan optimisme yang kuat di tengah dinamika ekonomi.

IHSG ditutup pada level 6.37491 melonjak tajam 9787 poin atau setara 156 persen dari posisi pembukaan. Total volume transaksi di seluruh pasar hari itu mencapai 36171 juta lot dengan nilai fantastis Rp1257 triliun dan frekuensi transaksi mencapai 191 juta kali. Khusus di pasar reguler volume perdagangan tercatat 29288 juta lot senilai Rp1177 triliun dengan frekuensi yang serupa.

IHSG Meroket Hari Ini Ada Apa di Balik Kenaikan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Penguatan luar biasa IHSG ini didorong oleh kinerja cemerlang beberapa sektor kunci. Sektor konsumer kritikal memimpin dengan kenaikan impresif 46 persen disusul sektor energi yang melesat 34 persen dan sektor material dasar yang juga tak kalah gesit dengan penguatan 31 persen.

Sejumlah saham raksasa turut menjadi motor penggerak utama lonjakan IHSG hari ini. Di antaranya PT Bank Central Asia Tbk BBCA PT Bayan Resources Tbk BYAN PT Dian Swastatika Sentosa Tbk DSSA PT Merdeka Copper Gold Tbk MDKA dan PT Amman Mineral Internasional Tbk AMMN. Saham-saham ini menjadi penopang utama yang mengangkat indeks ke level tertinggi.

Katalis utama di balik performa positif pasar ini adalah keputusan penting dari Rapat Dewan Gubernur RDG Bank Indonesia BI. Pada pertemuan 22-23 September 2026 BI memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate pada angka 575 persen. Sejalan dengan itu suku bunga Deposit Facility juga tetap di 475 persen dan suku bunga Lending Facility di 650 persen.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan keputusan ini dalam konferensi pers pada Rabu 23 September 2026. Beliau menyatakan bahwa RDG BI secara konsisten mempertahankan suku bunga acuan.

Ini menandai ketiga kalinya secara beruntun bank sentral menahan suku bunga acuan setelah sebelumnya juga mempertahankan BI-Rate di 575 persen pada RDG Agustus 2026. Stabilitas kebijakan moneter ini memberikan kepastian bagi pelaku pasar.

Keputusan BI ini juga sejalan dengan ekspektasi pasar. Survei yang dilakukan oleh faseberita.id terhadap 11 institusi dan lembaga keuangan menunjukkan mayoritas responden telah memprediksi BI-Rate akan tetap di level 575 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar telah mengantisipasi langkah BI dan meresponsnya dengan positif.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *