News  

GoTo Putar Otak Bisnis Ojol Untung Melaju Kencang

admin

faseberita.id – Raksasa teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GoTo melakukan gebrakan strategis. Perusahaan induk Gojek dan GoPay ini mengumumkan penyesuaian target bisnis mobilitasnya yang meliputi GoRide GoCar dan layanan pengiriman. Langkah ini diambil sebagai respons atas penerapan skema komisi 8 persen yang baru. Namun jangan salah GoTo justru berhasil menjaga pedoman kinerja grup tahunan berkat performa gemilang dari lini bisnis fintech GoPay.

Dalam laporan kinerja keuangan kuartal II 2026 GoTo secara transparan merevisi target layanan on-demand untuk setahun penuh. Angka tersebut kini berada di kisaran Rp 1,4-1,5 triliun turun dari proyeksi awal Rp 1,7-1,8 triliun. Penurunan ini tak lain merupakan imbas langsung dari kebijakan komisi 8 persen yang mulai berlaku.

GoTo Putar Otak Bisnis Ojol Untung Melaju Kencang
Gambar Istimewa : statik.tempo.co

Namun di sisi lain GoPay justru menjadi penyelamat. Lini bisnis keuangan digital ini diprediksi akan menjadi tulang punggung baru perusahaan. GoTo bahkan menaikkan pedoman kinerja fintech untuk setahun penuh menjadi Rp 1,7-1,8 triliun melesat jauh dari perkiraan sebelumnya Rp 1,4-1,5 triliun. Dengan strategi cerdas ini GoTo sukses mempertahankan pedoman EBITDA grup yang disesuaikan untuk setahun penuh tetap di angka Rp 3,2-3,4 triliun.

Direktur Utama GoTo Hans Patuwo menegaskan keyakinannya bahwa perusahaan mampu mengatasi dampak kebijakan bagi hasil baru pemerintah. "Struktur baru ini memang berlaku untuk bisnis transportasi roda dua Gojek yang menyumbang sekitar 7 persen dari pendapatan bersih grup. Namun setelah satu bulan berjalan kondisi bisnis tetap stabil. Penyesuaian ini tidak mudah tapi kami percaya bisa mengatasi dampaknya" ungkap Hans. Ia menambahkan profitabilitas fintech kini bahkan telah melampaui bisnis on-demand services untuk pertama kalinya sebuah bukti kekuatan dan keseimbangan ekosistem GoTo.

Performa keuangan GoTo di kuartal II 2026 juga patut diacungi jempol. Perusahaan kembali mencetak laba bersih sebesar Rp 252 miliar. Nilai transaksi bruto inti atau GTV inti melonjak 83 persen secara tahunan mencapai Rp 164 triliun. Pendapatan bersih juga tumbuh impresif 31 persen year-on-year menyentuh angka Rp 5,7 triliun.

Keberhasilan ini tak lepas dari kontribusi luar biasa lini bisnis fintech GoPay. GTV inti fintech meroket 82 persen secara tahunan dan nilai transaksi bruto mencapai Rp 288 triliun sepanjang Januari hingga Juni 2026. Pendapatan bersih dari sektor fintech tercatat melonjak 55 persen YoY mencapai Rp 4 triliun pada semester I 2026. Bahkan EBITDA yang disesuaikan untuk sektor fintech melesat drastis 526 persen YoY mencapai Rp 845 miliar.

Selain fokus pada pertumbuhan GoTo juga teguh pada komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan mitra. Hans menyatakan capaian positif perseroan akan kembali diinvestasikan ke dalam ekosistem GoTo. Ini termasuk dukungan bagi mitra driver Gojek melalui berbagai program Apresiasi Mitra mulai dari BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan beasiswa hingga kesempatan umrah gratis. Bagi GoTo kesuksesan tidak hanya diukur dari angka bisnis semata tetapi juga dari kemajuan seluruh pihak dalam ekosistem. Kebijakan komisi 8 persen ini sendiri merujuk pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *