News  

Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Hadapi Gejolak

admin
Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Hadapi Gejolak

faseberita.id – Kementerian Keuangan menegaskan bahwa fondasi ekonomi nasional tetap berada dalam kondisi yang kokoh dan tangguh. Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap kekhawatiran pasar terkait potensi langkah Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dikabarkan akan menurunkan status pasar saham Indonesia menjadi kategori standalone. Meski isu tersebut sempat memicu spekulasi di kalangan investor, pemerintah memastikan bahwa stabilitas keuangan domestik tidak akan goyah.

Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK), Herman Saheruddin, menjelaskan bahwa indikator fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan kinerja yang sangat resilien. Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen untuk mengantisipasi risiko global yang tidak menentu. Salah satu senjata utama yang dimiliki pemerintah adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Hadapi Gejolak
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Herman menekankan bahwa APBN berfungsi sebagai peredam kejut atau shock absorber yang sangat efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ia mencontohkan bagaimana pemerintah mampu menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga, terutama pada komoditas penting seperti bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. "Kementerian Keuangan terus menjaga APBN agar tetap berfungsi sebagai peredam gejolak. Itulah alasan mengapa harga-harga, khususnya BBM subsidi, tetap terkendali karena diserap oleh APBN," ungkap Herman kepada awak media.

Optimisme pemerintah juga didasarkan pada proyeksi pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan. Di tengah ketidakpastian situasi geopolitik dan ekonomi global, pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2026 tetap mampu melampaui angka 5 persen. Hal ini sejalan dengan target ambisius pemerintah dalam APBN 2026 yang mematok pertumbuhan ekonomi di level 5,4 persen.

Kekuatan ekonomi Indonesia juga mendapat pengakuan internasional. Mengutip data dari International Monetary Fund (IMF), posisi ekonomi Indonesia saat ini telah menempati peringkat ketujuh dunia jika diukur berdasarkan paritas daya beli atau purchasing power parity (PPP). Dalam pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia, Indonesia bersama negara-negara ASEAN lainnya dinilai sebagai "titik terang" (bright spot) di kawasan Asia Pasifik yang mampu tumbuh stabil di tengah perlambatan ekonomi global.

Selain faktor makro, reformasi di pasar modal juga memberikan dampak positif. Langkah-langkah strategis yang diambil oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam melakukan reformasi pasar saham mulai menunjukkan hasil nyata. Hal ini terlihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mampu menutup perdagangan di zona hijau dengan kenaikan signifikan.

Herman juga menyinggung mengenai kebijakan teknis seperti pengaturan free float dan penanganan High Shareholding Concentration (HSC) yang sedang diupayakan untuk menciptakan pasar yang lebih sehat dan likuid. Dengan kombinasi APBN yang kuat, pertumbuhan yang stabil, serta reformasi pasar modal yang berkelanjutan, Indonesia optimis dapat melewati berbagai tantangan ekonomi global mendatang.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *