News  

Efisiensi BUMN Danantara Targetkan Laba Jumbo

admin
Efisiensi BUMN Danantara Targetkan Laba Jumbo

faseberita.id – Langkah besar tengah diambil oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam upaya menata ulang struktur perusahaan di bawah naungannya. Badan yang memegang peran krusial dalam pengelolaan investasi negara ini secara agresif melakukan proses perampingan atau streamlining terhadap sejumlah perusahaan yang dinilai tidak lagi efisien. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 364 perusahaan telah resmi ditutup atau dirampingkan sebagai bagian dari strategi besar transformasi korporasi negara.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa langkah drastis ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk menciptakan ekosistem investasi yang lebih sehat dan produktif. Menurutnya, penutupan perusahaan-perusahaan tersebut bukan sekadar pengurangan jumlah, melainkan langkah strategis untuk memastikan setiap aset negara dikelola dengan standar efisiensi yang tinggi.

Efisiensi BUMN Danantara Targetkan Laba Jumbo
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Kami sudah melakukan streamlining atau penutupan terhadap 364 perusahaan. Angka ini terus bergerak seiring dengan evaluasi mendalam yang kami lakukan terhadap kinerja setiap entitas," ujar Rosan saat memberikan keterangan di Istana Negara.

Lebih lanjut, Rosan menekankan bahwa proses perampingan ini tidak akan berhenti di angka tersebut. Pihak Danantara telah menetapkan target yang cukup ambisius untuk mempercepat proses ini. Targetnya, hingga akhir Desember 2026 mendatang, jumlah perusahaan yang masuk dalam program streamlining tersebut akan melonjak hingga mencapai angka 700 perusahaan.

Menurut Rosan, akselerasi ini sangat penting untuk meningkatkan produktivitas secara keseluruhan. Dengan memangkas perusahaan-perusahaan yang tidak memberikan nilai tambah, Danantara berharap dapat mengoptimalisasi seluruh aset yang ada agar memberikan dampak ekonomi yang lebih nyata bagi negara. "Kami optimis target 700 perusahaan tersebut dapat terwujud pada akhir Desember mendatang melalui akselerasi yang sedang berjalan," tambahnya.

Selain fokus pada efisiensi struktur, Danantara juga menunjukkan tren positif dari sisi performa finansial. Transformasi yang dilakukan mulai membuahkan hasil pada sisi profitabilitas perusahaan-perusahaan pelat merah yang berada di bawah pengelolaannya. Peningkatan kinerja ini terlihat dari proyeksi laba yang melonjak tajam.

Rosan menyatakan bahwa Danantara menargetkan perolehan laba perusahaan BUMN tahun ini dapat menyentuh angka fantastis, yakni sebesar Rp 334 triliun. Lonjakan laba ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa kebijakan perampingan dan optimalisasi aset yang dilakukan oleh Danantara berjalan di jalur yang tepat.

"Dari sisi pertumbuhan profitabilitas, kami melihat peningkatan yang cukup signifikan. Dengan tren positif ini, kami menargetkan laba di akhir tahun ini dapat mencapai Rp 334 triliun," pungkas Rosan, yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi tersebut.

Langkah berani Danantara ini kini menjadi sorotan publik, mengingat dampaknya yang sangat luas terhadap struktur ekonomi nasional dan pengelolaan kekayaan negara di masa depan.

Ikuti Kami di Google News:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *